Milad ke-7, Penerbit Pohon Cahaya Gelar Lomba dan Festival Kreativitas Anak

Penerbit dan Percetakan Pohon Cahaya. (Foto: Pohon Cahaya)
Penerbit dan Percetakan Pohon Cahaya. (Foto: Pohon Cahaya)

Mantrijeron, JOGJADAILY ** Merayakan milad ke-7, Penerbit-Percetakan Pohon Cahaya menggelar Festival Kreativitas Anak bertema ‘Rumah Baruku’. Perlombaan diselenggarakan 10 April 2016 mulai pukul 09.00 di Kompleks Penerbit-Percetakan Pohon Cahaya, Jalan Serangan Umum 1 Maret (Jalan Bantul) No. 55-57.

“Pada usia yang ke-7 ini, Penerbit-Percetakan Pohon Cahaya bisa diibaratkan sebagai tumbuhan padi. Setelah selama 6 tahun mengalami proses pembibitan, kini saatnya kami menempati media baru, tempat kami bisa bergerak lebih leluasa untuk berkarya dan berbuah,” ujar marketing Pohon Cahaya, Canisius Guntur HW, Sabtu (19/3/2016), di kantornya.

Berbagai macam lomba yang digelar di antaranya lomba mewarnai, menggambar, menulis halus, dan bercerita dalam Bahasa Jawa tingkat PAUD-SD. Menurut Guntur, rangkaian lomba menjadi salah satu wadah pengembangan daya kreativitas dan bakat seni anak.

“Lomba-lomba ini akan membentuk anak menjadi pribadi mandiri, memiliki keterampilan, ikut serta dalam peningkatan kualitas pendidikan karakter, dan meningkatkan perkembangan berpikir,” tutur alumnus Universitas Atma Jaya Yogyakarta tersebut.

Pengembangan bakat seni dan daya kreativitas, sambungnya, haruslah dilaksanakan sejak dini. Dengan begitu, orangtua akan lebih mengenal bakat dan minat seorang anak.

Lomba mewarnai dibagi menjadi dua kategori. Kategori A untuk PAUD-TK dan Kategori B untuk SD kelas 1-2. Lomba menggambar dibagi menjadi dua kategori. Kategori A untuk SD 1-2 dan kategori B untuk SD kelas 3-4. Sementara lomba menulis halus untuk kategori SD kelas 2-4, dan Lomba bercerita dalam Bahasa Jawa untuk kategori SD.

Marketing Penerbit-Percetakan Pohon Cahaya, Canisius Guntur HW. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Marketing Penerbit-Percetakan Pohon Cahaya, Canisius Guntur HW. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Peserta lomba akan memperoleh sertifikat sebagai tanda telah mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh Penerbit-Percetakan Pohon Cahaya. Hasil kreativitas peserta akan dinilai oleh tim Dewan Juri yang terdiri dari pendidik, budayawan, seniman dan pendongeng.

Enam karya terbaik setiap lomba akan dinobatkan menjadi Juara I, Juara II, Juara III, Harapan I, II dan Harapan III. Tersedia pula berbagai hadiah menarik bagi para pemenang, seperti trofi, sertifikat, dan dana pembinaan.

Angkat Bahasa Jawa

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini, Pohon Cahaya menyelenggarakan Lomba Bercerita dalam Bahasa Jawa. Hal ini, terang Guntur, berangkat dari keprihatinan akan mulai lunturnya budaya berbahasa Jawa di kalangan masyarakat Jawa sendiri akhir-akhir ini, terutama anak-anak.

Lomba bercerita dalam bahasa Jawa ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan Jawa di kalangan generasi muda Indonesia, khususnya masyarakat Jawa sendiri.

“Situasi ini membuat kami yakin, bahwa cita-cita besar yang dimiliki Penerbit-Percetakan Pohon Cahaya dapat tercapai. Dalam persaingan yang terus terjadi di dunia penerbitan, penerbit-percetakan Pohon Cahaya mampu tetap tegap melangkah. Menjadi baik dari waktu ke waktu menjadi prinsip karya yang selalu kami utamakan,” pungkasnya.