Potensial, Pemkab Kulon Progo Bertekad Kembangkan Samigaluh Menjadi Kota Satelit

Bedah Rumah di Samigaluh. (Foto: Pemkab Kulon Progo))
Bedah Rumah di Samigaluh. (Foto: Pemkab Kulon Progo))

Samigaluh, JOGJADAILY ** Pemerintah Kulon Progo bertekad mengembangkan Kecamatan Samigaluh sebagai Kota Satelit. Meskipun kecil, Samigaluh diharapkan menjadi kota yang sehat, bersih, indah, nyaman untuk berwisata. Karena, Samigaluh didukung udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan pegunungan yang indah.

“Tahun 2016 akan dipasang lampu, membuat taman, trotoar, sehingga bisa untuk wisata, tempat olahraga,” ujar Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, Minggu (13/3/2016), saat Bedah Rumah di Kebonharjo dan Gerbosari Samigaluh, dirilis Pemkab Kulon Progo.

Proses pengembangan Kecamatan Samigaluh menjadi kota satelit di Kulon Progo, menurutnya, terus dikembangkan, bersama jajaran dan tokoh masyarakat. Meskipun dimulai dari pembangunan yang sederhana, Bupati tetap berpikir besar untuk mengembangkan Kota Samigaluh.

Rencananya, Samigaluh akan memiliki terminal istirahat atau transit para wisatawan yang akan ke kebun teh tritis Suroloyo.

Beberapa waktu lalu, Dokter Hasto berdiskusi dengan beberapa SKPD dan tokoh Samigaluh, terkait pengembangan Samigaluh menjadi kota satelit di Kulon Progo. Sejumlah tokoh masyarakat memberi saran untuk melakukan Bedah Menoreh, melewati Pedukuhan Gowok dan Jarakan agar jalan tidak curam.

Dalam kunjugan Bedah Rumah kali ini, Bupati mengunjungi dua lokasi bedah rumah, yakni rumah milik Tumijan di Pedukuhan Dangsambuh Kebonharjo Samigaluh yang dibantu dana Baznas Kulon Progo, serta rumah Paini Widi Suwito warga Ngargosari Samigaluh.

Gotong Royong

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Novi Indriastuti, berpendapat, Kulon Progo memiliki potensi swadaya masyarakat dan semangat gotong royong yang sangat besar.

Pada 2015, Kementerian Sosial  mencanangkan 100 DSM (Desa Sejahtera Mandiri) untuk Indonesia, dan Khusus Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ada 8 DSM.

“Di DIY, UGM ditunjuk untuk mendampingi DSM di DIY, 8 DSM kami pilih di Kulon Progo. Ada alasan khusus, karena mantapnya gotong royong. Karena, Kulon Progo punya potensi swadaya dan semangat gotong royong yang sangat besar,” terang Novi.

Hal tersebut dikuatkan Dokter Hasto, saat disetujui kerja sama antara Mensos dan Rektor UGM. Menurutnya, kabupaten lain belum siap menerima DSM. Akhirnya, 8 DSM diserahkan semua di Kulon Progo.

Pemuda Turut Bedah Rumah

Saat bedah rumah kemarin, Bupati Hasto merasa gembira, karena para pemuda dari IMKP (Ikatan Mahasiswa Kulon Progo) dan PSP3 (Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan) ikut serta berpartisipasi dalam Bedah Rumah. Ikut sertanya pemuda menjadi pertanda yang baik bagi Kulon Progo.

“Kami senang pemuda ikut kerja bakti, gotong royong. Terimakasih, Generasi muda ikut gotong royong merupakan tanda-tanda yang baik,” jelas Hasto.

Apabila generasi muda ikut bergotong royong, sambungnya, hal tersebut sangat baik. Kepada para pemuda diharapkan jadi pemuda yang tangguh, tidak cengeng, prasaja, serta tidak mengejar prestise sebelum mampu berprestasi.

Bahkan dalam Bedah Rumah kali ini, radio di Ngargosari RING dan komunitas MMC (Menoreh Media Communication) selalu terlibat aktif.