Sembilan Puskesmas Kota Yogyakarta Siap Akreditasi, Ubah Paradigma Dilayani Menjadi Melayani

Pemantapan Komitmen Akreditasi Puskesmas dan Puskesmas Berprestasi. (Foto: Coki Anwar)
Pemantapan Komitmen Akreditasi Puskesmas dan Puskesmas Berprestasi. (Foto: Coki Anwar)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Kini terjadi perubahan pandangan masyarakat mengenai Puskesmas. Sebelumnya, Puskesmas dipandang sebelah mata, karena pelayanannya yang dianggap tidak memuaskan. Namun sekarang, berbagai inovasi telah mengubah pandangan masyarakat.

“Komitmen untuk melakukan inovasi merupakan suatu batu loncatan dari pola birokrasi lama yang cenderung tidak profesional, tidak efektif dan efiisen, serta tidak akuntabel menuju pola birokrasi baru yang lebih profesional, efektif, efisien, serta memiliki akuntabilitas yang baik,” ujar Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Kota Yogyakarta, MK Pontjosiwi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Pemantapan Komitmen Akreditasi Puskesmas dan Puskesmas Berprestasi, Senin (29/2/2016), di Ruang Utama Atas Balaikota Yogyakarta.

Walikota menerangkan, akreditasi Puskesmas akan mampu meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, sehingga mampu mengubah paradigma Puskesmas.

“Penerapan akreditasi menjadi salah satu jalan keluar dalam mengubah paradigma pelayanan di Puskesmas yang dahulu dilayani menjadi melayani,” paparnya.

Pontjosiwi mengingatkan, untuk mencapai predikat terakreditasi, melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas harus bersinergi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya, seperti Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK).

Selain itu, Pontjosiwi meminta agar inovasi-inovasi yang dilakukan Puskesmas selalu didokumentasikan dengan baik.

“Dokumentasi yang baik mengenai inovasi yang dilakukan merupakan aspek vital. Kita harus mencatat bagaimana sebelum dan sesudah inovasi. Kelemahan dari Jogja selama ini adalah dokumentasi,” ungkapnya.

Bekerja Sama dengan BPJS

Sembilan Puskesmas di Kota Yogyakarta yang siap terakreditasi pada 2016 akan menyusul empat puskesmas yang telah terakreditasi pada 2015.

“Targetnya, pada 2019, seluruh Puskesmas di Yogyakarta sudah terakreditasi,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyarta, Fita Yulia Kisworini.

Akreditasi, lanjutnya, bernilai penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Sebab, hanya Puskesmas terakreditasi yang bisa bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Puskesmas yang terakreditasi, artinya pelayanannya sudah terstandar, baik kendali mutu maupun kendali biaya. Hanya Puskesmas terakreditasi yang bisa bekerja sama dengan BPJS. Harapannya tentu di tahun 2017 nanti, seluruh Puskesmas di Yogyakarta sudah terakreditasi, sehingga bisa bekerja sama dengan BPJS. Hal ini tentu ini akan meningkatkan pelayanan kesehatan,” terang Dokter Fita.

Untuk pemantapan, sembilan Puskesmas yang ingin mencapai target akreditasi melakukan penandatangan komitmen bersama. Komitmen diharapkan mampu memacu Sembilan Puskesmas untuk memacu kinerja, sehingga mampu memperoleh predikat akreditasi.