Cocoa Nata de Salacca, Minuman Sehat Berbahan Salak yang Kaya Serat

Cocoa Nata de Salacca atau Cindes. (Foto: Humas UII)
Cocoa Nata de Salacca atau Cindes. (Foto: Humas UII)

Tempel, JOGJADAILY ** Anda pencinta buah salak? Tahukah Anda, buah dengan kulit bersisik tersebut ternyata dapat disulap menjadi minuman segar yang menyehatkan. Anda dapat membelinya di kedai depan kampus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Condong Catur, dengan nama brand, Cindes, atau akronim dari Cocoa Nata de Salacca.

“Cindes merupakan minuman dingin yang dibuat dengan cara mengkreasikan bubuk cokelat dan Nata de Salacca. Rasa yang dihasilkan tentunya cukup unik karena pembeli akan menikmati legitnya rasa cokelat serta dingin dan kenyalnya Nata de Salacca dalam satu minuman,” ujar salah seorang pencetusnya, Farisa Rahma Himawati, dirilis Humas UII, Kamis (19/5/2016).

Mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen UII tersebut bercerita bahwa idenya dimulai dari ketertarikannya untuk mengangkat produk asal kota kelahirannya, Kabupaten Sleman, yang dikenal sebagai daerah utama penghasil buah salak berkualitas.

Pada musim panen, sambung Farisa, melimpahnya buah salak sering kali tidak semuanya terserap oleh pasar dan banyak di antaranya yang terlalu matang. Untuk menyiasati hal itu, salak kemudian diolah menjadi produk makanan bernama Nata de Salacca.

Sayangnya, masyarakat belum banyak mengenal produk unggulan lokal ini, sehingga konsumsinya pun masih sangat terbatas.

Bersama teman-temannya, Farisa kemudian bertandang ke Dusun Domban, Tempel, Sleman yang selama ini menjadi salah satu sentra produksi Nata de Salacca. Dalam kunjungan itu, ia mendengar cerita penduduk setempat tentang tantangan memasarkan produk Nata de Salacca. Dari sinilah ia kemudian menggandeng salah seorang produsen Nata de Salacca di dusun tersebut.

Lahirlah kreasi Nata de Salacca ke dalam produk minuman siap saji yang kini tengah menjadi tren di kalangan anak muda. Lewat cara ini, Farisa dan kawan-kawannya berharap dapat mempopulerkan Nata de Salacca sembari belajar menjalankan bisnis, sejak usia muda.

“Jogja, Sleman pada khususnya, terkenal dengan produk salak. Saat ini sudah banyak produk olahan salak, seperti Nata. Namun kok seperti kurang diketahui oleh masyarakat,” ungkapnya.

Produk olahan salak seperti Nata, menurutnya, sangat membantu masyarakat, karena turut mengangkat nilai jual salak. Lewat kedai di depan kampus Fakultas Ekonomi UII Condong Catur, Cindes diharapkan mendapat tempat di kalangan mahasiswa dan pelajar SMA yang setiap harinya ramai lalu lalang di kawasan tersebut.

“Minuman ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau, yakni seharga Rp7-10 ribu sesuai dengan pasar anak muda,” katanya mantap.

Kandungan Buah Salak

Salak juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Salah satunya, meningkatkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh. Buah salak kaya akan kandungan senyawa polifenol dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut dikenal mempunyai efek antikanker dan dapat mengaktifkan respons imun.

“Flavonoid diketahui dapat meningkatkan aktivitas proliferasi limfosit secara invitro sehingga berpotensi sebagai agen imunomodulator,” ungkap Nurwachid Arbangi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM), Kamis (21/1/2016), dirilis Humas UGM.

Ia berharap, buah salak dapat digunakan sebagai alternatif obat peningkat sistem kekebalan tubuh. Dengan memanfaatkan buah salak yang jumlahnya melimpah di Indonesia diharapkan akan dapat mengurangi ketergantungan impor terhadap obat-obatan peningkat imunitas tubuh.

“Harapannya bisa digunakan sebagai alternatif terapi yang murah dan mudah didapat di Indonesia,” pungkasnya.