Disambut Baik Warga, Jumat Panjang Kecamatan Tegalrejo Perlu Sosialisasi Lebih Optimal

Program Jumat Panjang Kecamatan Tegalrejo. (Foto: R. Kurniawan Sapta Margana)
Program Jumat Panjang Kecamatan Tegalrejo. (Foto: R. Kurniawan Sapta Margana)

Tegalrejo, JOGJADAILY ** Program Jumat Panjang Kecamatan Tegalrejo disambut baik warga. Meski demikian, sosialisasi dirasa belum maksimal. Pelayanan kecamatan hingga malam tersebut layak ditiru dan terus ditingkatkan.

Hari Jumat yang selama ini sering dikatakan hari pendek, hal itu tidak berlaku di Kecamatan Tegalrejo, karena ada Program Jumat Panjang. Apa itu Program Jumat Panjang? Program pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan hingga pukul 20.30.

Program Jumat Panjang merupakan hasil pendampingan Lembaga Administrasi Negara (LAN) kepada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Yogyakarta sepanjang 2015. Saat itu, Kota Yogyakarta menjadi kota pertama di Indonesia yang menjadi Laboratorium Inovasi Daerah.

Hasil pendampingan kepada tiap SKPD yang menjadi bagian dari Laboratorium Inovasi Daerah kemudian ditampilkan kepada masyarakat pada November 2015 di Taman Pintar.

Tujuan pelaksanaan Laboratorium Inovasi Daerah adalah peningkatan kinerja aparatur pemerintah melalui inovasi yang dilakukan, berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan daya saing daerah.

Diharapkan, setelah dilakukan pendampingan, hasil inovasi dapat diterapkan ke masing-masing SKPD. Hasil akhirnya, peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Camat Tegalrejo, Sutini Sri Lestari, Program Jumat Panjang disambut baik oleh masyarakat di Kecamatan Tegalrejo.

“Adanya dukungan dari masyarakat membuktikan, program ini dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat sangat terbantu dengan program ini,” ujarnya, beberapa waktu lalu di kantornya.

Namun demikian, masih perlu adanya sosialisasi yang lebih lanjut kepada masyarakat. Seperti yang dikatakan Fajar Nugroho, seorang warga RW 04 Tegalrejo.

“Kami merasakan sisi positif dari program ini. Namun, hendaknya program ini juga dapat disosialisasikan hingga tingkat RT,” tuturnya.

Fajar mengakui, baru saja mengetahui Program Jumat Panjang. Meskipun pihak Kecamatan telah melakukan sosialisasi program setiap pertemuan dengan Pengurus RT dan RW. Ditambah dengan pemberitahuan melalui SMS Center Kecamatan Tegalrejo kepada masing-masing ketua RT dan RW di wilayah Kecamatan Tegalrejo.

Pengembangan Pelayanan

Sementara itu, salah satu petugas yang tidak ingin disebut namanya, mengatakan, efektivitas Program Jumat Panjang masih kurang. Hal tersebut mengingat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) telah banyak melakukan kegiatan pelayanan administrasi penduduk (Adminduk) langsung ke sasaran, mulai dari program jemput bola E-KTP hingga sekolah-sekolah, juga pembuatan akta kelahiran.

“Sunggguh disayangkan apabila program yang telah menjadi inovasi dari Kecamatan Tegalrejo ini menjadi kurang maksimal,” ungkapnya.

Mungkin, sambungnya, ke depan, perlu dikembangkan pelayanan lain berbasis publik, seperti pelayanan konsultasi kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas, pelayanan konsultasi Keluarga Berencana (KB) bekerja sama dengan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), atau pelayanan pembayaran pajak kendaraan maupun perpanjangan SIM.

Hingga saat ini, jumlah pelayanan Jumat Panjang terbanyak adalah pengurusan E-KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA). Sementara pengurusan perizinan masih kurang maksimal. Pada hari biasa, pelayanan terbanyak yang dilakukan adalah administrasi penduduk, khususnya E-KTP.