Kunjungan Turis Meningkat, Warga Sekitar Air Terjun Sri Gethuk Playen Berlatih Bahasa Inggris

Pelatihan Bahasa Inggris warga Sri Gethuk. (Foto: Humas UII)
Pelatihan Bahasa Inggris warga Sri Gethuk. (Foto: Humas UII)

Playen, JOGJADAILY ** Bila Anda pencinta film laga, Anda tentu tidak asing dengan aktor kenamaan seperti Frank Grillo atau Iko Uwais. Akhir 2014, mereka tampil dalam sebuah film besutan Hollywood bertajuk Beyond Skyline. Anda bisa jadi tahu, salah satu lokasi shooting yang dipilih adalah Wisata Air Terjun Sri Gethuk di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Belakangan, wisata alam nan menakjubkan tersebut semakin banyak dikunjungi wisatawan asing. Sayangnya, kendala berbahasa menjadi problem serius pengelola dan warga sekitar. Hal ini menyebabkan terbatasnya komunikasi antara turis asing dan warga pengelola obyek wisata, sehingga mereka tidak dapat memberi pelayanan maksimal.

“Kami banyak berbincang-bincang dengan warga sekitar. Kebanyakan, mereka mengaku kesulitan berkomunikasi dengan turis asing, sehingga seringnya ya hanya memakai bahasa isyarat,” ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Ahmad Rifai.

Bersama tiga orang rekannya, yakni Ryan Setya Budi, Olina Vidia Insani, dan Muhammad Fathun, Rifai mengadakan pelatihan Bahasa Inggris dengan frekuensi dua kali dalam seminggu. Pelatihan itu dilangsungkan di balai warga setempat.

“Ada tiga tahap pelatihan yang ingin kami berikan, yakni pelatihan berbicara (speaking), pelatihan mendengar (listening), dan praktik langsung berbicara dengan turis asing. Alhamdulillah. Respons warga cukup positif selama ini,” tuturnya, dirilis Humas UII, Selasa (24/5/2016).

Sebelumnya, mereka telah melakukan sosialisasi program bersama warga yang ternyata disambut dengan tangan terbuka. Kesadaran warga sekitar cukup tinggi tentang pentingnya menguasai bahasa asing.

“Sasaran kami adalah warga yang bersentuhan langsung dengan industri pariwisata Sri Gethuk, seperti petugas security, petugas loket, tour guide, tukang parkir, dan pedagang di sekitar obyek wisata. Menurut data kami, jumlahnya mencapai 70 orang,” ungkap Rifai.

Ia berharap, semangat warga Sri Gethuk untuk belajar Bahasa Inggris dapat mengantarkan mereka menjadi benar-benar mahir. Dengan demikian, warga tak perlu canggung ketika berkomunikasi dengan turis asing yang sering berkunjung ke obyek Sri Gethuk. Mereka pun dapat lebih baik lagi dalam melayani kebutuhan para turis asing.

Menurutnya, hal ini sangat penting dan mendesak, terlebih Indonesia sudah masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang turut berimbas pada sektor pariwisata lokal.

Destinasi Andalan

Bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Air Terjun Sri Gethuk memang salah satu obyek wisata alam andalan. Berada di tepi Sungai Oya, air terjun ini menjadi destinasi wisata favorit selain pantai dan pegunungan karst.

Air terjun Sri Gethuk bermula dari tiga sumber mata air, yakni Kedungpoh, Ngandong, dan Ngumbul. Ketiga sumber mata air itu mengalir menjadi satu dan membentuk bebutiran air yang jatuh dari tebing bebatuan karst yang tandus.

Nama lain Air Terjun Sri Gethuk adalah Air Terjun Slempret. Nama Slempret berasal dari legenda Desa Bleberan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, air terjun ini menjadi pusat makhluk jin pimpinan Jin Anggo Menduro.