Peringatan Hadeging Kabupaten Gunungkidul ke-185: Pantai Selatan adalah Halaman Depan

KGPAA Paku Alam X mengawali tugas baru pertamanya menjadi Irup Hari Jadi Gunungkidul. (Foto: Humas DIY)
KGPAA Paku Alam X mengawali tugas baru pertamanya menjadi Irup Hari Jadi Gunungkidul. (Foto: Humas DIY)

Wonosari, JOGJADAILY ** Pada Peringatan Hadeging Kabupaten Gunungkidul ke-185, Jumat (27/5/2016) muncul tekad kuat untuk menjadikan Pantai Selatan sebagai halaman depan, bukan lagi halaman belakang. Potensi kelautan yang selama ini belum terolah maksimal, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga Gunungkidul.

“Masyarakat Gunungkidul telah sadar dan gumregah bahwa wilayah Pantai Selatan menjadi halaman depan Kabupaten Gunungkidul sangat menguntungkan masyarakat Gunungkidul. Oleh karena sepanjang Pantai Selatan Gunungkidul telah mulai diolah dan bersolek diri,” ujar Bupati Gunungkidul Badingah, dirilis Humas DIY.

Apalagi kini telah ditunjang dengan dibangunnya Jalan lintas Selatan. Hal tersebut, menurutnya, mampu membuka dan menumbuhkan daerah yang masih terisolasi.

Upacara Peringatan Hadeging Kabupaten Gunungkidul ke-185 diselenggarakan di Alun-alun Wonosari, dengan Inspektur Upcara Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, diawali Tari Kolosal Jathilan. Tema Hari Jadi tahun ini adalah ‘Gunungkidul Sejahtera, Kita Bangun dengan Potensi Lokal yang berdaya Saing Menuju Masyarakat Maju dan Mandiri’.

Berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat Gunungkidul bahkan melebar ke daerah tetangga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Jawa tengah dan Jawa Timur pun digelar. Kegiatan yang sangat menarik dan memecahkan Rekor Dunia MURI Indonesia, yaitu Festival Campursari 90 Jam Nonstop yang melibatkan puluhan grup campursari.

Bupati Badingah juga menerima pisungsung atau upeti tanda tresna berupa gunungan terbuat dari berbagai hasil olah tani persembahan 18 Camat se-Kabupaten Gunungkidul. Oleh Bupati, gunungan dikembalikan kepada para camat untuk dibagikan kepada warga untuk memberi kesejahteraan masyarakat, kemudian diperebutkan di tengah Alun-alun Wonosari. Sementara pada sore harinya, diselenggarakan Pawai Budaya.

Daya Saing Unggul

Gubernur DIY Sri Sultan HB X melalui sambutan tertulis berbahasa Jawa yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, menyampaikan bahwa sesuai dengan tema yang diangkat, yakni masyarakat maju dan mandiri, merupaksan kesetiaan mewujudkan kehidupan yang indah, sejahtera lahir batin, adil dan makmur, sepanjang masa.

Harapannya, kesetiaan yang harus dimplementasikan sehari-hari terkait dengan pekerjaan dan kemakmuran masyarakat. Hal ini menandai warga Gunungkidul yang sengkud gumregut yang mampu menghasilkan daya saing unggul.

Semangat bekerja ini yang mampu mewujudkan hidup sejahtera lahir dan batin. Perwujudan yang bersifat lahir diwujudkan dalam bentuk bekerja keras, sedangkan gumregut batin sudah terwujud dalam perasaan tenteram, karena terayomi tegaknya hukum yang tidak memandang bulu.

Gubernur DIY mengucapkan selamat kepada Kabupaten Gunungkidul yang merayakan hari jadinya ke-185 juga mengharapkan Pemerintah Gunungkidul untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar selalu mendapatkan pengayom dan pengayem-Nya.

Demikian juga pada aparatur pemerintahnya agar dapat mencontoh perilakunya Arjuna dalam bekerja, yang bisa menempatkan diri; menyatu dengan warga masyarakat Gunungkidul.