City Farming, KWT Wanita Sejahtera RW 12 Kelurahan Muja Muju Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Sayur

Kebun Sayur KWT Sejahtera RW 12 Muja Muju. (Foto: R. Sapta Kurniawan Margana)
Kebun Sayur KWT Sejahtera RW 12 Muja Muju. (Foto: R. Kurniawan Sapta Margana)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Apa jadinya kalau lahan tidur atau non-produktif berukuran kurang lebih 300 meter persegi dan berada di antara permukiman penduduk yang padat diubah menjadi kebun sayur? Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanita Sejahtera RW 12 Kelurahan Muja Muju Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta berhasil melakukannya.

“Butuh kesabaran dan keuletan mengubah lahan yang semula tidak bermanfaat menjadi sebuah lahan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Ketua KWT Sejahtera, Retna Kurniasih, saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kini, keberadaan lahan tidur atau non-produktif di perkotaan tergolong langka. Sebagian besar lahan di Kota Yogyakarta telah difungsikan menjadi rumah tinggal maupun komersial. Lahan tidur yang diubah menjadi kebun sayur berada di wilayah RT 46 RW 12 Kelurahan Muja Muju.

“Lokasinya berbatasan dengan wilayah Kelurahan Warungboto. Batas wilayah ditunjukkan dengan keberadaan sungai kecil yang muaranya ada di Sungai Gajah Wong,” tutur Retna.

Ia berkisah, lahan yang sejak lama tidak produktif itu lalu dimanfaatkan oleh KWT Wanita Sejahtera RW 12. Awal pemanfaatan lahan tergolong unik. Lahan yang semula ditumbuhi tanaman liar itu mulai berubah saat ada kegiatan evaluasi kewilayahan tingkat RW se-Kelurahan Muja Muju dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 2013.

“Adanya evaluasi kewilayahan tingkat RW menuntut setiap wilayah untuk melakukan inovasi. Salah satu yang dilakukan oleh Pengurus KWT Wanita Sejahtera RW 12 adalah memanfaatkan lahan tersebut,” kenang Retna.

Setelah melalui persetujuan dan sepengetahuan pengurus RT dan RW, barulah lahan tersebut perlahan-lahan mulai diubah. Bibit tanaman yang dibeli dari Pasar Kotagede kemudian ditanam di lahan yang masih belum produktif.

“Butuh kerja keras dan kebersamaan, mengingat lahan tersebut belum sepenuhnya memenuhi unsur kelayakan untuk ditanami,” kata Retna

Sekolah Lapangan

Untungnya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta yang menjadi juri evaluasi kewilayahan kemudian membuat rekomendasi kepada Dinas Pertanian DIY agar KWT Sejahtera diberi peluang mengikuti Sekolah Lapangan.

Momentum tersebut, terang Ratna, menjadikan KWT Wanita Sejahtera dan kebun sayur terus berkembang. Pada satu sisi, ada pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, dan di sisi lain, ada peningkatan pengetahuan dari anggota KWT Wanita Sejahtera.

“Adapun jenis sayur dan buah yang ditanam di kebun itu, antara lain kangkung, bayam, lombok, sawi, terong, tomat, dan pepaya. Sayur dan buah itu ditanam bergantian sesuai musimnya, sehingga terjaga keanekaragaman jenis buah dan sayur di kebun tersebut,” pungkasnya.