Gerakan 1001 Dongeng untuk Alor, Pengajar SM-3T UNY Angkatan V Bangun Rumah Baca

RUMAH BACA - Pengajar Program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan V berfoto bersama warga Kabupaten Alor NTT. (Foto: Humas UNY)
RUMAH BACA – Pengajar Program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan V berfoto bersama anak-anak Kabupaten Alor NTT. (Foto: Humas UNY)

Kalabahi, JOGJADAILY ** Pengajar Program SM-3T atau Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan V memprakarsai Gerakan 1001 Dongeng untuk Alor.

Salah satu output dari gerakan tersebut adalah Rumah Baca bernama Kelana Fantasi di Kampung Lipang dan Kampung Pumi, Desa Pido, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diresmikan pada 3 dan 4 Mei 2016.

“Gerakan ini bertujuan membangun rumah baca sebagai wadah pengembangan sumberdaya manusia di Alor, melalui kegiatan membaca secara dini,” ujar Ketua Panitia Gerakan 1001 Dongeng untuk Alor, Dimas Fradinata, dirilis Humas UNY, Selasa (7/6/2016).

Ia menjelaskan, aksi sosial penggalangan dana bantuan berupa uang atau buku untuk anak-anak di pelosok Alor tersebut berjalan kurang lebih selama lima bulan, dari Januari hingga Mei 2016.

“Untuk mendukung program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI). Kesadaran, minat, pengetahuan masyarakat tentang pentingnya membaca yang masih rendah, serta fasilitas pendukung yang sangat minim, menjadi alasan utama dibentuknya gerakan ini,” terang Dimas.

Kegiatan dimulai dengan promosi sampai dengan pengumpulan donasi, berupa buku atau uang, baik melalui sosial media atau pengajuan proposal ke beberapa tempat, kemudian pengadaan buku serta sarana penunjang lain dari dana bantuan yang sudah terkumpul, hingga penyaluran donasi dan pembangunan rumah baca di salah satu daerah 3T terpilih.

Hingga batas waktu yang telah ditentukan, terkumpul bantuan dana sejumlah Rp29 juta. Sementara jumlah bantuan buku sebanyak 5000 eksemplar dengan berbagai macam jenis buku, seperti buku cerita atau bacaan, buku pelajaran, buku ilmiah atau pengetahuan, dan buku agama.

Sebagian bantuan yang terkumpul, baik buku maupun uang, dialokasikan untuk keperluan rumah baca, seperti pembelian buku baru dan pengiriman buku. Sementara sebagian lainnya dibagi rata ke setiap sekolah yang memang berkekurangan atau membutuhkan tambahan buku.

“Ini semua berkat teman-teman di luar sana. Terkumpul donasi melebihi target awal. Kami berterima kasih atas kepedulian teman-teman yang secara ikhlas menyumbangkan buku atau uang untuk membantu membukakan jendela, serta memberi kesempatan kepada anak-anak Alor untuk mengelanakan fantasi dan imajinasi mereka, sehingga harapan kita hidup mereka akan lebih berwarna nantinya,” ucap Dimas.

Reduksi Kesenjangan

Melalui langkah kecil ini, Tim SM-3T UNY Angkatan V Kabupaten Alor berupaya mereduksi kesenjangan, meregas ketimpangan, serta mencipta keseimbangan. Dengan tersedianya berbagai macam buku diharapkan dapat membuka dan menambah wawasan anak-anak maupun masyarakat agar mampu berpikir lebih luas dan memiliki kemauan untuk meraih cita-cita yang lebih baik.

“Sesungguhnya, menguntai aksara dengan membacanya laksana menyalakan api, setiap suku kata yang dieja akan menjadi percik yang menerangi,” tandas Dimas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Djamhari Suila, dalam sambutannya mengatakan, “Dari angkatan-angkatan sebelumnya, SM-3T UNY Angkatan V-lah yang paling inovatif, kreatif, memiliki inisiatif lebih, menyumbang secara real apa yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Tidak hanya menyumbang ilmu, sambung Djamhari, SM-3T UNY Angkatan V memberi bantuan nyata berupa buku-buku yang sudah mereka kumpulkan dari beberapa bulan lalu.

“Terlebih, bantuan tersebut bukan dari pemerintah. Saya sangat mengapresiasi,” pungkasnya.