Pilwali 2017, Abdul Mu’ti: Kader Pemuda Muhammadiyah Harus Siap Jadi Pemimpin Daerah

Resepsi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-84. (Foto: Simpul Oktavianto)
Resepsi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-84. (Foto: Simpul Oktavianto)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan, kader Pemuda Muhammadiyah harus siap menjadi pemimpin, termasuk pada momentum Pemilihan Walikota (Pilwali) Yogyakarta 2017.

“Kader Pemuda Muhammadiyah harus bisa ikut berperan aktif dalam membangun bangsa, dan diharapkan menjadi kader-kader calon pemimpin bangsa. Termasuk di antaranya juga harus siap menjadi calon pemimpin pada Pilkada di Yogyakarta,” ujarnya saat Milad Pemuda Muhammadiyah ke-84, beberapa waktu lalu, di kantor DPD RI di DIY, Jalan Kusumanegara, Umbulharjo.

Abdul Mukti yang juga alumni Pemuda Muhammadiyah tersebut, menuturkan, sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, tentunya peran dan kehadiran Pemuda Muhammadiyah tidak bisa dipandang sebelah mata, karena sudah banyak terobosan-terobosan yang dilakukan untuk kemajuan bangsa.

“Pemuda Muhammadiyah adalah kader-kader yang diharapkan tidak hanya menjadi penerus Muhammadiyah, melainkan juga sebagai kader penyempurna peran Muhammadiyah dalam berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Sementara itu, Afnan Hadikusumo selaku anggota DPD RI dari DIY yang sekaligus menjadi tuan rumah acara mengatakan, sejarah mencatat, pemuda mendorong adanya perubahan, termasuk dalam hal kemerdekaan RI yang juga atas inisiatif dari pemuda. Ketika itu, pemuda mendesak Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan RI.

“Sehingga tidak salah jika para pemuda diberikan kesempatan untuk membuat perubahan positif di negara kita,” harapnya.

Pemuda Muhammadiyah menggelar berbagai acara dalam rangka menyemarakkan Miladnya yang ke84. Pada tahun ini, Milad mengambil tema ‘Peran Pemuda Muhammadiyah di Era Kekinian’.

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, Iwan Setiawan, pelaksanaan acara dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Milad Pemuda Muhammadiyah yang ke-84 ini menjadi salah satu momentum yang baik dalam menggugah semangat pemuda untuk ber-Muhammadiyah.

“Rangkaian kegiatan dalam rangka milad ini cukup banyak, mulai dari lomba futsal dengan perwakilan pemuda dari berbagai elemen, sampai dengan terakhir, yaitu longmarch Kokam napak tilas perjuangan Jenderal Sudirman,” jelas Iwan.

Acara dihadiri ratusan peserta dan diwarnai pembacaan puisi oleh para tokoh yang hadir.

Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan

Pada 23-24 Mei 2016, Muhammadiyah menggelar Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB), di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sehari sebelumnya, pada 22 Mei 2016, dilakukan Konsolidasi Nasional Organisasi Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020, Haedar Nashir, mengatakan, KNIB diadakan dalam momentum yang tepat. Sebab, kondisi bangsa Indonesia saat ini cukup terguncang dengan isu komunisme, meluasnya isu Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), termasuk isu terorisme di mana Muhammadiyah pernah melakukan advokasi terhadap Siyono.

Haedar menganggap isu-isu tersebut bukanlah isu yang sederhana, sehingga penting bagi Muhammadiyah untuk memperkuat peran dan posisinya dalam dinamika bangsa sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar.

“Jika kita tidak pandai dan bijak serta tidak berpijak pada Muhammadiyah maka hanya ada dua pilihan, yaitu menarik diri, karena rezim tidak sesuai dengan kita, atau mengambil alih dan bersikap pragmatis, seperti yang dilakukan partai politik,” tandas Haedar.

Apa yang dilakukan Muhammadiyah ketika berbenturan dengan kepentingan politik selama ini, tambahnya, sudah tepat sebagai organisasi masyarakat, yakni Muhammadiyah tidak terpecah belah oleh kepentingan politik.