Menuju ‘World Heritage City’, Yogyakarta diserbu Sketcher

Para Sketcher se-Indonesia tiba di titik nol Km, minggu (6/1/2018). (Foto: Astama Izqi Winata)

Yogyakarta, JOGJADAILY ** Bagaimana rasanya jalan-jalan sambil menggambar? tentu sangat menyenangkan. Itulah yang dilakukan penggiat sketsa alias sketcher selama berada di Kota Yogyakarta. Keunikan Yogyakarta sebagai Kota Budaya menjadi daya pikat tersendiri bagi sketcher Indonesia. Tidak tanggung-tanggung 400 sketcher  dari seluruh nusantara pun menyerbu Kota Gudeg, minggu (7/1). Acara bertajuk ‘101 Travel Sketch’ tersebut mengajak sketcer untuk mengabadikan warisan budaya Yogyakarta dalam bentuk lukisan sketsa.

Namun ada yang berbeda dengan acara bertemakan “Yogyakarta the City of Heritage” ini, pasalnya para sketcher berkesempatan langsung melukis orang nomor satu di Yogyakarta, Haryadi Suyuti.

“Luar biasa, hanya sepuluh menit saja sudah jadi,” ucap Haryadi Suyuti usai dilukis di kawasan titik nol Km Yogyakarta minggu pagi, (7/1).

Haryadi kembali menuturkan, Yogyakarta selalu menarik untuk kegiatan seperti 101 Travel Sketch ini dimana para sketcher bisa menggambar Yogyakarta. Menurutnya acara ini penting untuk Kota Yogyakarta.

Ia beralasan,sketsa adalah dasar utama seni rupa dan budaya, tidak berlebihan jika sudah saatnya Yogyakarta menjadi tuan rumah sekaligus ibukota seni rupa Indonesia dengan dukungna komunitas pecinta sketch.

Haryadi pun mengaku senang sekaligus mengapresiasi kegiatan yang diadakan hotel 101 tersebut. Menurutnya kegiata tersebut memiliki makna yang cukup besar. Terlebih pada awal tahun ini foto suasana tahun baru di tugu pal dan margo utomo terpilih sebagai foto terbaik dunia peringkat lima.

Ia pun berharap karya-karya sketch yang dihasilkan sketcher- sketcher handal juga menjadi karya unggul di tingkat internasional.

“Saya yakin acara ini mampu mengangkat seni dan budaya yang menjadi bagian derap dinamika masyarakat. Membawa Yogyakarta ke level dunia dan ajaklah masyarakat ke dunia Yogyakarta,” tandasnya.

 

Direktur Pemasaran dan Komunikasi PHM Hospitality, Arie Ardianti menambahkan, Kegiatan 101 travel sketch edi Yogyakarta untuk melestarikan peninggalan bersejarah dan budaya Yogyakarta dalam bentuk sketsa.

“Selain itu, yang paling penting adalah untuk mendorong Kota Yogyakarta diakui oleh UNESCO sebagai city of heritage. Yogyakarta sekaligus menjadi surga bagi para sketcher,” imbuhnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlangsung dan menjadi agenda tahunan Kota Yogyakarta. “Acara ini berlangsung selama dua hari pada 6-7 Januari 2018.

Lokasi yang dituju untuk acara Travel Sketch ini adalah Pasar Kranggan, Klenteng Poncowinatan, Monumen Tugu Yogyakarta, Benteng Vredeburg, Titik Nol Yogyakarta, Pasar Beringharjo, dan Jalan Malioboro.

Acara juga dimeriahkan dengan obrolan santai dan wedangan bertajuk Mlaku, Ndelok, Nggambar di Hotel THE 1O1 Yogyakarta Tugu, Sabtu (6/1/2018) malam. Dengan menghadirkan Butet Kertaredjasa, Widiyatno, Irwan Sukendar, Motulz Anto, dan Vira Tanka.

World Heritage City

Selain disambut hangat Walikota Yogyakarta, acara ini juga diapresiasi Staf Ahli Menteri Pariwisata RI, Hari Huntoro. Ia menuturkan, travel sketch ini bisa dimanfaatkan sebagai upaya branding daerah.

Karena menurutnya, peserta travel sketch akan keliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengeksplorasi adat, tradisi, heritage, seni dan lainnya.

“Secara tidak langsung, kegiatan promosi sedang berjalan.terlebih, Yogyakarta sedang menuju ‘World Heritage City’ yang tentu butuh dukungan semua pihak. Kegiatan ini menjadi salah satu promosi efektif menuju pencapaian tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono menuturkan, ide untuk mengajukan Yogyakarta sebagai World Heritage City berasal dari Pemda DIY sejak 2014. Sebab Yogyakarta memiliki keistimewaan yang tak dimiliki oleh kota lain di seluruh dunia seperti sumbu filosofis dan garis imajiner.

“Keduanya sudah ada kajian ilmiahnya dan akan turut diajukan. Nggak ada kota di dunia yang punya dua hal itu. Kami optimis dapat predikat itu,” imbuhnya.