BUMDes Bintang 18 Sardonoharjo, Gayuh Kesejahteraan Desa dari Budidaya Timun Baby

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pengelola, baik Direksi maupun Pengawas, BUMDes Bintang 18 masa bakti 2018-2022, Kamis (18/1/2018). (Karang Taruna Desa Sardonoharjo)

NGAGLIK, Sleman — Olah potensi desa menjadi pilihan utama pembangunan desa. Output-nya, tentu saja kesejahteraan desa. Sebuah peningkatan taraf hidup warga desa berbasis olah potensi berkesinambungan dan lestari. Salah satu tekad itu didedikasikan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang 18, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Awal tahun, tepatnya, Senin (15/1/2018), bertempat di Aula Desa Sardonoharjo, dilaksanakanlah Musyawarah Desa untuk memilih pengelola BUMDes, dihadiri semua unsur Lembaga Desa. Nama ‘Bintang 18’ disematkan, lantaran BUMDes Sardonoharjo ini terdiri dari ‘bintang-bintang’ asal 18 Pedukuhan yang ada.

“Pembentukan BUMDes dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. BUMDes dibentuk untuk mewujudkan kemandirian desa,” ujar Kepala Seksi Pengembangan Potensi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman, Didik Daru Suryo, saat digelar Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pengelola, baik Direksi maupun Pengawas, BUMDes Bintang 18 masa bakti 2018-2022, Kamis (18/1/2018).

Dirilis Karang Taruna Sardonoharjo, pelantikan dilakukan oleh Kepala Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Sardonoharjo No. 4 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Direksi dan Pengelola, serta SK No. 5 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Pengawas.

“Saya sangat terkesan dengan acara pelantikan ini, karena terasa sangat istimewa, dengan kostum busana Jawa yang dikenakan oleh para Direksi dan Pengawas,” kata Didik lebih lanjut.

Ia berpesan, langkah BUMDes harus terus berlanjut hingga pelaksanaan kerja, tidak hanya sampai pelantikan.

“Tidak hanya stempel bahwa ada BUMDes di Desa Sardonoharjo, namun harus menunjukkan manfaatnya agar menuju desa yang mandiri. BUMDes ini untuk kemandirian desa, jadi harus memanfaatkan Dana Desa untuk investasi, agar kemandirian desa dan kemanfaatannya bisa didapatkan oleh seluruh warga Sardonoharjo,” terangnya.

BUMDes Bintang 18 Masa Bakti 2018-2022 digawangi Hariyono Purwanta dari Candi Karang sebagai Direktur, Ratih Purwandaru dari Tegal Rejo Turen sebagai Sekretaris, dan Asih Wulan Sari  dari Ngebel Gede sebagai Bendahara.

Selain Pengurus, ada juga Pengawas BUMDes yang diketuai Ismundari dari Candi Dukuh dan Suroto dari Candi Karang sebagai Wakil Ketua. Wasingatu Zakiyah dari Jetis Baran didapuk sebagai Sekretaris, serta Sigit Triyana dari Jetis Baran dan Bambang Nuryono Aziz dari Selokerto menjadi anggota.

Sektor Pertanian sebagai Usaha Unggulan

Usai dilantik, Direktur BUMDes terpilih, Hariyono Purwanta, menyampaikan program unggulan yang tentu saja tidak berseberangan dengan visi Desa Sardonoharjo, ‘agamis dan agronomis’. Empat usaha akan dirintis untuk mengawali kinerja BUMDes pimpinannya.

“Pertama, sektor pertanian (masih) menjadi usaha unggulan. Ada 20 rekanan petani yang akan menanam satu jenis tanaman (bernama) ‘timun baby’. Usaha yang cukup menjanjikan ini ditargetkan mampu menghasilkan 0,5 sampai dengan 1 ton per hari,” paparnya optimis.

Menurutnya, keputusan ini diambil, karena permintaan komoditas pertanian tersebut telah memiliki pemasaran yang jelas, dan membutuhkan hasil produksi yang kontinu atau stabil, untuk memenuhi syarat kepada pembeli.

Usaha kedua adalah mekanisasi pertanian dengan menyewakan alat pertanian sistem mekanik. Tujuannya bukan hanya pemasukan dari ongkos sewa. Petani akan diuntungkan dengan waktu olah tanam yang lebih cepat dan murah.

“Misalkan sistem tradisional memakan biaya Rp1 juta per 1000 meter persegi, dengan menggunakan alat serba-mekanik hanya menghabiskan Rp600 ribu,” ungkap pengrajin tas batok kelapa itu.

Selanjutnya, pembuatan pupuk organik dari limbah dan kotoran hewan serta pengelolaan minyak jelantah merupakan usaha ketiga dan keempat BUMDes Bintang 18.

“Dalam tahun ini, target omsetnya (pupuk organik) adalah Rp1 miliar. (Sementara) sektor limbah rumah berupa membeli minyak goreng bekas (jelantah) dari warga akan diolah menjadi bahan biodiesel,” jelasnya bersemangat.

Panen Perdana Timun Baby

Sekira tiga bulan pasca-dilantik, BUMDes Bintang 18 telah menunjukkan prestasinya. Budidaya timun baby bekerja sama dengan 22 petani, bukan hanya 20 petani seperti yang direncanakan, boleh dibilang berhasil. Dirilis Pemerintah Kabupaten Sleman, panen perdana timun baby BUMDes Bintang 18 di area persawahan Dusun Clumprit pada Selasa (13/3/2018) bahkan dihadiri Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Pada demplot seluas 400 meter persegi, keuntungan yang dihasilkan sebesar Rp4 juta, dari modal awal penanaman timun baby sebesar Rp2 juta. Berarti, omset panennya sebesar Rp6 juta.

BUMDes Bintang 18 memanfaatkan lahan seluas kurang lebih tiga hektare untuk mengembangkan timun baby. Lahan ini ditargetkan panen 5 kuintal hingga 1 ton per harinya.

“Timun baby mulai ceblok (tanam) hingga dapat dipetik pada hari ke-30. Demplot timun baby di Clumprit ini panen pada hari ke-37, menggunakan bibit Vitany F1 yang mampu menghasilkan 3 kilogram timun baby dalam satu tanaman,” ucap Hariyono.

Timun baby, sambungnya, dapat dipetik sehari dua kali, yaitu pada pagi dan sore. Ia mensimulasikan, dari hasil panen 5 kuintal per hari dengan asumsi harga Rp3 ribu per kilogram, omset yang diraih sebesar Rp1,5 juta per hari. Hariyono memproyeksikan keuntungan sebesar Rp180 juta di akhir tahun 2018.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menghadiri panen perdana timun baby BUMDes Bintang 18 di area persawahan Dusun Clumprit, Selasa (13/3/2018). (Pemerintah Kabupaten Sleman)

Bupati Sri Purnomo berharap, timun baby dapat semakin dikenal masyarakat luas, sehingga bisa terserap pasar.

“Membangun ekonomi daerah tidak bisa dilepaskan dari peranan para petani, pelaku usaha , lembaga di sektor keuangan dan pemerintah sendiri. Salah satu usaha yang memiliki eksistensi penting dalam pembangunan perekonomian daerah di Sleman adalah usaha pertanian.  Sektor ini memiliki hubungan yang positif dalam program penurunan kemiskinan,” paparnya.

Add Comment