Memasuki Tahun Keempat, Pandak Ekspo 2018 Digelar 27-29 April 2018

Bupati Bantul, Suharsono, setelah membuka Pandak Ekspo 2018, Jumat (27/4/2018), di Kecamatan Pandak. (Pemkab Bantul)

PANDAK, Bantul — Memasuki tahun keempat, event tahunan untuk memasarkan dan mengoptimalkan potensi ekonomi Kecamatan Pandak, Pandak Ekspo 2018, dibuka Bupati Bantul, Suharsono, Jumat (27/4/2018), di Pendopo Kecamatan Pandak.

Ekspo yang melibatkan pelaku dan pegiat ekonomi kreatif di wilayah Kecamatan Pandak tersebut mengambil tema ‘Dengan Semangat Makaryo Mbangun Deso, Kita Optimalkan Sumberdaya Lokal Menuju Masyarakat yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera’. Acara yang berlangsung di halaman Kecamatan Pandak ini akan berakhir pada Minggu (29/4/2018).

“Kegiatan Pandak Ekspo di Kecamatan Pandak ini sudah tahun keempat. Ada perkembangan dari sisi kuantitas maupun kualitas penyelenggaraan. Dua tahun terakhir ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan dalam rangka mengoptimalkan potensi wilayah setempat,” ujar Camat Pandak, Sri Kayatun, dirilis Pemerintah Kabupaten Bantul.

Berbagai stand turut mewarnai Pandak Ekspo 2018, misalnya stand dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, kemudian Polsek Pandak, serta Kantor Urusan Agama (KUA) dalam rangka mengurangi pernikahan dini dan perceraian kemudian stand Puskesmas Pandak I serta Puskesmas Pandak II.

Bupati Suharsono mengajak seluruh warga untuk terus menggali dan memaksimalkan potensi lokal sebagai bagian mempopulerkan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara Pandak Ekspo tahun ini. Keberadaan Pandak Ekspo tentunya bisa mengedukasi masyarakat Pandak khususnya, tentang betapa kayanya potensi yang ada di Kecamatan Pandak, sehingga memberikan makna bagi masyarakat agar tahu terhadap produk-produk unggulan daerahnya,” tuturnya.

Pandak Ekspo, sambung Bupati, dapat dijadikan sebagai ajang promosi dan transaksi. Selain itu, wahana visualisasi kemajuan, serta pencapaian hasil pembangunan dan inovasi Kecamatan Pandak. Lebih lanjut, semua itu akan mengintegrasikan promosi dan informasi produk serta jasa unggulan yang dimiliki Kecamatan Pandak kepada masyarakat luas.

Pertanian, Sektor Unggulan

Kecamatan Pandak memiliki luas wilayah 4.069,8512 Ha. Wilayah administratif Kecamatan Pandak mencakup empat desa, yakni Desa Triharjo, Desa Wijiharjo, Desa Gilangharjo, dan Desa Caturharjo.

Ada 12.117 Kepala Keluarga yang menghuni Kecamatan Pandak. Sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Dari data monografi kecamatan, tercatat 15.664 orang atau 32,5 persen dari jumlah penduduk bekerja di sektor pertanian.

Sentra kerajinan batik tumbuh di Pijenan Wijirejo, sementara sentra kerajinan logam di Desa Gilangharjo, sentra kerajinan bunga kering di Desa Triharjo, dan sentra kerajinan pandan di Desa Caturharjo.

Wisata budaya yang dapat Anda kunjungi di Kecamatan Pandak adalah Upacara Nyadran di Wijirejo. Upacara ini dilakukan masyarakat Wijirejo sebagai upacara penghormatan para leluhur yang telah meninggal dunia, terutama Panembahan Bodo.

Kecamatan Pandak memiliki 24 unit sekolah dasar, 6 unit SLTP, dan 2 unit SMK. Dengan segala permasalahannya, semua sekolah berusaha memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat Pandak.

Potensi luas panen Kecamatan Pandak meliputi hampir separuh luas wilayah, ditambah keanekaragaman komoditas dan adanya kolompok-kelompok tani terpadu. Kecamatan Pandak selalu mengalami peningkatan hasil pertanian, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Masalah pokok yang dihadapi di bidang pertanian adalah keterbatasan sumberdaya manusia di sektor pertanian dalam menyerap teknologi baru. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengupayakan penyuluhan kepada petani.

Add Comment