Go International, Festival Pisang Bantul 2018 Kuatkan Branding Buah Lokal

Selain promosi buah lokal asal Kabupaten Bantul, Festival Pisang Bantul 2018 merupakan komitmen mengembangkan dan melindungi buah lokal. (Pemkab Bantul)

DLINGO, Bantul — Rabu (2/5/2018), Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul menggelar Festival Pisang Bantul 2018. Bukan hanya pisang, festival dikemas sepaket dengan Gelar Teknologi, Pameran Produk Peternakan, Launching Beras Bantul Asli, Mancing Bersama, dan Penyerahan Alsintan.

Berlangsung di Kebun Buah Mangunan bertema ‘Dengan Semangat Makaryo Mbangun Deso, Kita Optimalkan Potensi dan Sumberdaya Lokal Menuju Masyarakat yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera’, festival dibuka Bupati Bantul, Suharsono.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memasarkan buah lokal Kabupaten Bantul. Pisang sudah go international. Beberapa bulan yang lalu, salah satu petani kita diundang ke Italia untuk memperkenalkan pisang Bantul,” ujar Sekretaris Diperpautkan Bantul, R. Bambang Pin Erwanta, dirilis Pemkab Bantul.

Bupati Bantul, Suharsono, usai membuka Festival Pisang 2018 di Kebun Buah Mangunan. (Pemkab Bantul)

Saat membuka acara, Bupati Bantul, Suharsono, mengatakan, pisang menduduki tempat pertama di Indonesia, di antara jenis buah-buahan lain, baik dari sisi sebaran, luas pertanaman, maupun dari sisi produksinya.

“Peluang pengembangan agribisnis komoditas pisang tentu saja masih terbuka luas. Hal ini menunjukkan bahwa pasar dalam negeri memiliki prospek cerah dalam pengembangan pisang,” tuturnya.

Selain promosi buah lokal asal Kabupaten Bantul, sambung Bupati, merupakan salah satu bentuk komitmen bersama untuk terus mengembangkan dan melindungi buah lokal.

Rencananya, Festival Pisang akan diadakan berkelanjutan, dan dikemas lebih bagus serta meriah. Bupati menandaskan, event tersebut harus dipublikasikan agar dapat ditonton masyarakat luar Bantul, sehingga menjadi sarana promosi wisata sekaligus pendongkrak pendapatan petani pisang.

“Mari kita jadikan ini sebagai momentum bagi kita untuk terus berkomitmen melakukan penguatan petani hortikultura dengan memproteksi komoditas buah lokal kita,” kata Bupati.

Ia berharap, Kabupaten Bantul dapat menjadi sentral penghasil pisang yang terkenal.

Buah Unggulan

Populasi tanaman pisang di Kabupaten Bantul saat ini telah mencapai 720.256 rumpun dengan produksi 10.803,84 ton. Pisang merupakan buah unggulan Bantul, karena mudah dibudidayakan dan dihasilkan, serta memilki banyak manfaat, mulai dari daun, pelepah, bonggol, hingga buahnya. Buah pisang juga dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan.

“Telah banyak produk olahan makanan yang berbahan baku pisang. Secara ekonomi, pisang memiliki multiplier effect yang tinggi. Petani banyak menggantungkan hidupnya dari pisang. Dengan mengelola pisang, baik pembibitan, budidaya, pasca-panen, olahan, hingga pemasarannya telah terbukti menambah pendapatan dan membuka lapangan kerja bagi keluarga pelaku utama dan pelaku usaha,” papar Kepala Diperpautkan Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi.

Salah satu usaha pembibitan pisang di Kecamatan Bambanglipuro. (Diperpautkan Bantul)

Pengembangan komoditas pisang dilaksanakan dengan serangkaian program, antara lain pelatihan One Village One Product (OVOP) atau Produk Andalan Setempat (PAS) pisang di lokasi sentra, pemanfaatan pekarangan, pengembangan pembibitan, festival pisang, pelatihan olahan, promosi atau pameran, dan pembangunan outlet pemasaran.

Salah satu sentra pisang di Kabupaten Bantul adalah Kecamatan Bambanglipuro. Di kecamatan ini, tumbuh berbagai usaha, mulai dari pembibitan, budidaya, olahan, hingga pemasaran pisang. Jenis atau varietas pisang yang dominan meliputi pisang raja, ambon, koja, dan kapok.

Pisang raja memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, terutama dimanfaatkan pada saat hajatan, pernikahan, dan lain-lain. Sementara pisang ambon dikonsumsi sebagai buah meja. Pisang kepok dimanfaatkan lebih luas, terutama sebagai bahan baku olahan makanan.

Produk olahan yang ada di Kecamatan Bambanglipuro, antara lain ceriping, dodol pisang, sale, kolak, dawet, dan carang gesing. Pemasaran produk olahan pisang Bambanglipuro pun telah menasional.

Add Comment