Cita Indonesia, Ruang Belajar Anti-Mainstream yang Lebih Akrab

Cita Indonesia dalam sebuah acara kepemudaan, bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Agromulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. (Cita Indonesia)

SEDAYU, Bantul — Pagi itu, Karang Taruna Desa Agromulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul sedang punya gawe penting. Bekerja sama dengan Center For Interdisiplinary Academic (CITA) Indonesia, digelarlah diskusi bertema ‘Dolanan Anak di Era Digital’.

Diskusi yang digelar pada Minggu (16/9/2018) tersebut menghadirkan Gusti Kanjeng Ratu Bendoro (Keraton), Asep Sasa Purnama (Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Kementerian Sosial), dan Untung Sukaryadi (Kepala Dinas Sosial DIY).

Acara tahunan ini diadakan sebagai wadah bagi UMKM dan warga setempat dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, pelatihan dan pengenalan tentang Aksara Jawa juga digalakkan sebagai upaya kearifan lokal kepada masyarakat. Kearifan lokal wajib diangkat kembali sebagai identitas diri dalam bermasyarakat. Dengan maraknya era digitalisasi, nilai-nilai kearifan lokal dapat disisipkan di dalamnya.

“Dari Cita Indonesia bisa diselipkan nilai-nilai Pancasila yang diramu dengan kearifan lokal untuk diterapkan kepada masyarakat. Lewat Jogja untuk nusantara,” ujar Untung Sukaryadi.

Di Yogyakarta, khususnya, terdapat ratusan pendidikan tinggi. Cita Indonesia yang resmi dibuka pada 9 September 2018 lalu menarik untuk disimak. Selain cara pandang pendirinya yang berbeda dengan program-program yang ada pada sistem akademik yang ada sekarang, program unggulannya pun terkesan anti-mainstream.

Program unggulan yang dicanangkan oleh Cita Indonesia berusaha mengatasi masalah yang timbul akibat tuntutan Undang-Undang Pendidikan yang mengharuskan pengajar perguruan tinggi harus berjenjang strata dua.

Mengenai administrasi tersebut maka bisa dikatakan jam terbang untuk pengajaran amatlah singkat. Pada jenjang strata dua, seorang mahasiswa hanya dituntut untuk mempelajari metode keilmuan. Sementara metode pengajaran dan praktik paedagogis mulai terabaikan.

Cita Indonesia merupakan web platform pendidikan kuliah pilihan hati yang mempertemukan pengajar dan pembelajar pada situasi yang menarik dan kondusif.

Program Unggulan

Setidaknya, dua program unggulan Cita Indonesia dapat diandalkan untuk turut berkontribusi pada semakin berkualitasnya pendidikan di Indonesia.

Pertama, program ‘Asdosku’, sebuah wadah segar bagi mahasiswa pascasarjana yang ingin memperdalam materi guna mempersiapkan diri menjadi seorang dosen nantinya. Pengalaman di kelas masih kurang bagi sebagian mahasiswa pascasarjana selama ini. Adanya ruang belajar ini menjadi manifestasi besar untuk menunjang karier ke depan.

Kedua, program ‘Co-Labs’. Program ini memberikan peluang bagi mereka yang haus akan diskusi dan penelitian. Ruang-ruang diskusi dan penelitian yang masih kurang terinformasikan secara massal menjadi problem saat ini. Mereka yang sedang membutuhkan wadah penelitian perlu difasilitasi dengan baik. Apabila tidak, mereka akan berkurang dan hilang.

Dua program ini sebenarnya pernah menjadi model perguruan tinggi Indonesia pada dekade 1970-an. Pada praktiknya sekarang, mahasiswa yang merangkap disiplin ilmu pada fakultas lain mulai pudar oleh peraturan perguruan tinggi yang hanya kuliah-ujian-nilai.

Cita Indonesia mempertemukan pendidik dan pembelajar dalam satu ruang. Pengembangan diri melalui kajian diskusi menjadi titik temu dari Cita Indonesia dalam mewadahi para kolaborator untuk menghasilkan berbagai penelitian, pengembangan, dan pengabdian terhadap masyarakat.

Ruang pembelajar inilah yang sedang digalakkan oleh Cita Indonesia dalam memfasilitasi para pengajar dan pembelajar yang sedang semangat-semangatnya mencari ilmu dan pengalaman. Kemudahan dalam mengakses materi dan memberikan materi menjadi kelebihan tersendiri. Karena, mahasiswa bisa belajar apa pun sesuka hati lewat request di website Cita Indonesia.

Status mahasiswa yang lekat dengan pemimpin generasi penerus bangsa ini butuh semacam stimulan. Salah satunya, ruang belajar yang saling terhubung satu dengan lainnya.

Add Comment