Menjaring Pemilih Muda, KPU DIY Buka Posko di UGM

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU DIY, Wawan Budiyanto menggelar talkshow interaktif dengan tema ‘Pemilu di Zaman Teknologi Digital: Peluang dan Tantangannya’, Minggu (28/10/2018). (Hanang Widiandhika)

UGM, Sleman – Sebagai bagian dari Sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP), KPU DIY gencar mengajak masyarakat untuk mengecek apakah namanya sudah terdaftar dalam daftar pemilih.

Kali ini sasarannya adalah para mahasiswa, dengan membuka Posko Layanan GMHP di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, KPU DIY mengajak para mahasiswa untuk mengecek daftar pemilih di website www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Pada kesempatan tersebut KPU DIY juga menggelar talkshow interaktif dengan tema ‘Pemilu di Zaman Teknologi Digital: Peluang dan Tantangannya dan mendirikan.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU DIY, Wawan Budiyanto mengatakan dipilihnya kampus karena tempat tersebut adalah tempat berkumpulnya kaum intelektual. Banyak pemilih pemula terutama mahasiswa yang abai terhadap hak pilihnya sehingga menjadi rentan kehilangan hak pilih.

“Kami membuat posko di sini karena melihat kampus yang terdiri dari banyak mahasiswa ini adalah lingkungan yang strategis untuk kita sampaikan pesan-pesan pemilu serta memastikan mereka memilih karena mahasiswa adalah orang-orang cerdas,” katanya kepada Jogjadaily.com, Minggu (28/10/2018).

Program GMHP yang digelar selama Oktober ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam menginput DPT Pemilu 2019. Guna menyelamatkan dan melindungi yang merupakan hak konstitusional.

“Melalui http://www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id/, tidak hanya terdapat fitur untuk melihat daftar pemilih, namun jika ada yang belum terdaftar bisa langsung melaporkan pada fitur lapor di laman tersebut,” ujar Wawan.

Strategi ini, lanjutnya, merupakan langkah yang dilakukan pula pada tahun lalu, dan dirasa cukup relevan dilakukan mengingat DIY merupakan Kota Pelajar. Menurutnya, setidaknya ada kurang lebih 300 ribu pelajar yang merantau ke DIY.

Untuk itu, Ia mengungkapkan, KPU DIY akan terus berkomunikasi dengan kampus-kampus besar yang ada agar dapat membangun pos-pos pendataan. Ia memperkirakan, posko-posko pendataan itu akan sama seperti yang dibuat KPU DIY tahun lalu.

Sejauh ini, lanjutnya, lebih dari 12 perguruan tinggi besar yang ada di DIY yang menyambut baik rencana tersebut. Setidaknya, pos-pos akan didirikan di daerah-daerah yang memiliki banyak perguruan tinggi.

“Seperti Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan, mekanisme yang sama akan diberlakukan untuk masyarakat yang tengah merantau saat pemilihan berlangsung. Baik masyarakat dari luar yang tengah merantau di DIY, maupun masyarakat DIY yang tengah merantau ke luar kota.

Cek DPT

Saat ditanya bagaimana cara mengecek seseorang sudah masuk sebagai pemilih Pemilu 2019 atau belum, Wawan menjelaskan bisa dengan membuka www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id, kemudian masukkan nama dan NIK.

Jika belum terdaftar, lanjut dia, diharapkan segera melapor. Aduan bisa dilakukan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kantor kelurahan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di kantor Kecamatan, atau kantor KPU DIY setiap hari kerja.

“Yang terpenting adalah menyertakan syarat utama sebagai pemilih, yaitu Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El) atau Surat Keterangan telah melakukan perekaman KTP El serta Kartu Keluarga (KK),” katanya.