32 Kelompok Tani Adu Kreatif Tanam Sayuran

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat melihat ajang lomba Taman Mini Sayur di Gedung Sasana Hinggil Kota Yogyakarta, Sabtu (3/11/2018). (Hanang Widiandhika)

NGADISURYAN, Kraton – Sebanyak 32 Kelompok Tani Kota Yogyakarta beradu kreatifitas menanam sayuran dalam ajang lomba Taman Mini Sayur di Gedung Sasana Hinggil Kota Yogyakarta, Sabtu (3/11/2018).

Para peserta yang terdiri dari kelompok tani tersebut menampilkan sejumlah tanaman sayuran yang berhasil mereka budidayakan, seperti tanaman cabe, tomat, selada, kol, bayam merah dan sederet tanaman sayuran lain yang biasa dikonsumsi.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi ajang ini juga memberikan edukasi kepada warga bahwa kampung sayur ataupun menanam sayur di rumah bisa dikemas indah dan menyenangkan seperti ini,” ucap Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Pihaknya mengajak kelompok tani sekaligus warga Yogyakarta untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam sayur. Hal tersebut selain untuk mendorong ketahanan pangan juga akan membuat lingkungan terlihat hijau dan menyegarkan.

“Kami berharap nanti seluruh Kota ini menjadi kampung sayur, menanam bunga boleh tapi menanam sayur harus,” imbuhya.

Heroe optimis, kampung sayur di Yogyakarta bisa menjadi daya tarik lain untuk menarik wisatawan. “Sehingga tidak hanya Malioboro saja, tapi Yogyakarta juga akan terkenal dengan kampung sayurnya,” tandasnya.

Kedepan, pihaknya akan menggabungkan antara kampung sayur, kampung hijau dan kampung ketahanan pangan. Hal tersebut dilakukan agar Pemerintah bisa semakin fokus dalam mengembangkannya.

Berkembangnya kampung kampung sayur di Kota Yogyakarta, lanjut Heroe, pada dasarnya untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-sehari. Di samping itu lingkungan kampung menjadi hijau, asri dan lestari. Dia menyebut bahwa saat ini terdapat 55 kampung sayur dan 175 kelompok pembudidaya sayur yang ada di Kota Yogyakarta.

Gerakan menanam sayur

Sedangkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto menilai antusiasme warga dalam mengelola kampung sayur atau pangan lestari perlu didukung secara terintegrasi. Dari sisi dukungan sarana seperti rak tanaman dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Sedangkan dari sisi kualitas udara maupun kampung proklim dari dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Kegiatan ini merupakan upaya kita termasuk petani sayur di kota dalam rangka menjadikan gerakan menanam sayur. Kali ini kita buat taman mini yang indah sehingga kampung sayur menarik dan cantik,” jelasnya.

Salah satu pembudidaya sayur dari Kampung Pilahan Yogyakarta, Dwi Darma mengaku tertarik dengan konsep kampung sayur di perkotaan. Saat ini pihaknya tengah gencar membudidayakan sejumlah tanaman sayuraran.

Ia menilai bahwa lahan sebenarnya tidak menjadi alasan utama untuk tidak menanam sayuran. Karena diera sekarang sudah banyak cara maupun metode menanam sayur.

“Saya sudah mempraktekkan menanam dengan media ban bekas, jadi ban mobil bekas tersebut daya gunakan sebagai pengganti pot tanaman,” ucapnya.