GKR Hemas Ajak UMKM “Berlari”

 

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menghadiri Sarasehan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Ruang Seminar STIE YKPN, Seturan, Sleman, Jumat (2/11/2018). (Foto: Humas DIY)

SETURAN, Sleman – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menghadiri Sarasehan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Ruang Seminar STIE YKPN, Seturan, Sleman, Jumat (2/11/2018). Mengambil tema Pengembangan UMKM dalam Menyongsong Pasar Global sarasehan dimaksudkan untuk memacu para pelaku UMKM agar siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0.

Menurut GKR Hemas, perlu ada penyesuaian pola produksi dan pemasaran UMKM. Harus ikut arus dunia yang lebih praktis, tapi sayangnya saat ini belum sepenuhnya siap.“Banyak hal yang harus dilakukan oleh UMKM, bukan dengan berjalan tapi berlari,” tegasnya.

Meski persaingan pasar global menjadi sangat ketat, GKR Hemas berharap UMKM DIY yang istimewa tidak hanya mementingkan keuntungan. UMKM DIY harus tetap mengindahkan nilai-nilai budaya Jogja karena puncak harapan hidup adalah untuk mencapai tata titi tentrem.

“Leluhur kita mengajarkan kejujuran dan integritas dalam bisnis. Gotong royong, juga kebersamaan. Bersaing boleh, tapi jangan saling menjatuhkan,” pesan GKR Hemas yang juga menjabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) DIY.

Dalam konteks ekonomi Jawa, lanjut GKR Hemas, kita punya sikap altruisme atau mengutamakan kepentingan orang lain/suka menolong. Tidak egois dan mementingkan diri-sendiri, namun tetap beretos kerja, bekerja keras dan tidak pantang menyerah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Ir Srie Nurkyatsiwi MMA melaporkan vitalnya peran UMKM yang ditunjukkan dengan sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY. UMKM menurut Nurkyatsiwi berpotensi membentuk usaha yang lebih produktif, mengembangkan potensi lokal dan peningkatan daya saing dari pasar biasa ke pasar global.

”Upaya peningkatan produk harus diimbangi dengan kecepatan akses pasar dan marketing. Untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi dan kemudahan akses terkait e-commerce. Ini supaya dapat mengelola sekitar 240.000 UMKM dengan variasinya masing-masing,” katanya.

Penunjang pasar global

Sekda DIY Ir Gatot Saptadi dalam sambutannya menyatakan pemerintah akan merintis KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus untuk UMKM. Pemda DIY juga mengupayakan beberapa hal guna menunjang pasar global. Pertama, setiap unit UMKM harus memiliki standarisasi produk agar dapat bersaing dengan produk lain. Kedua, penguatan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketiga, akses finansial adalah poin penting dari sirkulasi UMKM di tataran global. Di samping dana yang berasal dari pemerintah, UMKM juga diharapkan dapat menggali sumber dana lainnya.