Gunungkidul Punya Bendungan Anyar

Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah di dampingi Ketua Satuan Kerja (Satker) DIY Tri Wahyuni, S.T., M.T., Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan penanaman pohon perindang dibendungan Jowinantang usai meresmikan bendungan tersebut. Kamis (22/11/2018). (Foto: Humas Gunungkidul)

PACAREJO, Semanu – Geliat pariwisata terus tumbuh di Kecamatan Semanu. Tak hanya dikenal dengan obyek wisata Kali Suci dan Goa Jomblang saja, di Desa Pacarejo kembali dibuka sebuah wahana edukasi yakni Bendungan Jowinantang.

Bendungan Jowinantang ini merupakan bendungan yang nantinya akan difungsikan di beberapa sektor. Selain sebagai fungsi utama yakni sektor pengairan bagi masyarakat dan petani, juga akan dikembangkan untuk sektor perikanan, serta untuk tempat pariwisata edukasi bagi anak-anak dan keluarga.

Proyek Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini menelan biaya 670 juta. Adapun rinciannya dari dana desa menyumbang anggaran senilai 70 juta serta bantuan dari Pemda DIY sebesar 600 juta. Pengerjaan sendiri dilakukan selama kurang lebih 3 bulan.

Bendungan yang terletak di Padukuhan Dengok ini diharapkan mampu mendongkrak pariwisata dan memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat setempat maupun di sekitarnya.

Kepala Desa Pacarejo, Suhadi mengatakan, bendungan ini cukuplah luas. Kurang lebih lebar 25 meter dan panjang hampir 2 kilometer. Kedalamannya pun cukup bervariasi, sehingga cocok digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif, baik masyarakat atau anak- anak.

Tingkatkan kesejahteraan masyarakat

Sementara Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah yang turut hadir dalam peresmian bendungan ini mengapresiasi kinerja semua kalangan masyarakat dan pemerintah. Dengan adanya bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga tidak hanya Desa Pacarejo, melainkan secara keseluruhan. Kemudian juga dapat berkontribusi dalam mengembangkan pariwisata di Gunungkidul.

“Sudah tentu, bendungan ini mestinya digarap menjadi salah satu objek wisata (Obwis) alternatif di Kecamatan Semanu. Sebagaimana bendungan yang lain, sekarang sudah menjadi destinasi wisata tersendiri” ungkapnya di lokasi, Kamis (23/11/2018)

Bendung Jowinantang, lanjutnya, tidak boleh kalah pengelolaannya dengan bendung-bendung yang lain. “Paling tidak permasalahan sosial sedikit demi sedikit dapat teratasi. Kreatifitas masyarakat sangatlah dibutuhkan untuk menjaga eksistensi potensi yang tengah dikembangkan,” tutupnya.

Peresmian bendungan tersebut juga dihadiri, Ketua Satuan Kerja (Satker) DIY Tri Wahyuni, S.T., M.T., Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Semanu H. Huntoro Purbo.W, S.H., Kepala Desa se Kec.Semanu, dan tamu undangan yang lainya. Prosesi acara ditandai dengan penandatanganan prasasti, dan penanaman pohon perindang di pinggir bendungan Jowinantang.