Hari Santri Nasional Kabupaten Bantul

Wakil Bupati H. Abdul Halim Muslih bersama Sejumlah Kyai Menabuh Rebana Menandai Berakhirnya Rangkaian Hari Santri Nasional 2018 di Masjid Agung Manunggal Bantul. Selasa malam (20/11/2018). (Foto: Humas Bantul)

BABADAN, Bantul – Ribuan santri dan masyarakat umum tampak memadati Komplek Masjid Agung Manunggal Bantul guna menghadiri Penutupan Rangkaian Kegiatan Hari Santri Nasional Kabupaten Bantul Tahun 2018. Selasa malam (20/11/2018).

Seremonial menabuh rebana oleh Wakil Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih bersama sejumlah kyai dan Kepala Dinas terkait, menandai berakhirnya serangkaian Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2018 ini.

“Atas nama Pemkab Bantul, kami mengapresiasi kepada bapak kyai, ibu nyai selaku pengasuh pondok pesantren yang telah mengizinkan santri-santrinya ikut menyemarakkan rangkaian HSN,”tuturnya.

Jaga kesatuan NKRI

Lebih lanjut Ia mengajak para santri untuk bersungguh-sungguh dalam mempelajari, mengamalkan dan mempertahankan nilai-nilai agama Islam dan menjaga kesatuan dan keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengatakan, peringatan HSN bukan untuk mengenang bagaimana kita mengaji/bertafaqah fiddin, akan tetapi kita mengenang semangat para santri dalam berjuang melawan penjajah sekutu Inggris dan lainnya di Kota Surabaya pada tahun 1945.

Sementara itu KH. Ahmad Said Asrori dalam tausyiyahnya mengajak segenap santri untuk bersungguh-sungguh dalam memahami, mengamalkan dan mempertahankan nilai-nilai agama Islam.

“Belajarlah ilmu agama dari alim ulama atau kyai, jangan sepenuhnya belajar dari Youtube atau mbah Google, ” katanya.

Santri sebagai pewaris semangat perjuangan ulama/kyai dituntut mampu untuk menjaga Pancasila, UUD 1945 dan keutuhan NKRI.