Kenalkan Kearifan Lokal Lewat Jogja International Heritage Walk

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X didampingi Direktur Utama BPOB, Indah Juanita membuka Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2018 dipelataran Taman Brahma Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (17/11/2018). (Foto: Humas Pemda DIY)

PRAMBANAN, Yogyakarta – Agenda tahunan pariwisata bertajuk Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2018 kembali digelar di Yogyakarta guna memperkenalkan potensi pariwisata sebagai daerah yang punya warisan budaya terbaik di Indonesia. Acara yang digelar 17-18 November 2018 itu merupakan kegiatan liga jalan kaki yang diprakarsai oleh Jogja Walking Association yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 350 peserta dari wisatawan mancanegara dan 3.500 peserta wisatawan domestik dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun acara tersebut dibuka langsung oleh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Indah Juanita dan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono X dipelataran Taman Brahma Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (17/11/2018).

Dipilihnya Candi Prambanan tak lain karena eksotismenya sebagai peninggalan budaya yang luar biasa. Ini akan memberikan pengalaman berbeda kepada pejalan kaki karena selain dekat dengan alam dan Sang Pencipta juga dapat memberikan edukasi tentang nilai-nilai sejarah.

Pada kesempatan tersebu Indah mengatakan jika agenda Jogja Internasional Heritage Walk 2018 ini merupakan kegiatan yang bagus untuk mengenalkan potensi pariwisata di daerah Yogya dan Jawa Tengah dimana disitu ada 10 Bali Baru yakni Joglosemar (Yogyakarta, Solo, Semarang).

“Para wisatawan baik lokal maupun yang datang dari mancanegara bisa melihat dari dekat budaya dan kebiasaan masyarakat Jawa khususnya yang berada di Jogja dan sekitarnya. Mereka juga bisa merasakan beragam sajian seni dan tradisi serta kuliner masyarakat sekitar. Promosi ini cukup baik bagi kemajuan wisata di kawasan Joglosemar ini yang punya ikon Candi Borobudur dan Prambanan,” ungkap Indah di lokasi.

Untuk rute tahun ini, JIHW sendiri melewati rute baru selain akan melewati taman wisata Candi Prambanan dan sekitarnya. Hari kedua melewati rute Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Sensasi Berjalan dilingkungan Asri

Sementara itu Wakil Ketua Pelaksana JIHW, Dahlia Puspasari menuturkan, tahun ini JIHW dibagi menjadi tiga kategori yaitu 5 km, 10 km dan 20 km. Acara diikuti 350 peserta mancanegara dari 25 negara di dunia serta 3.500 peserta lokal.

Disini, lanjutnya, peserta bisa merasakan langsung keasrian dan kelamian wilayah Turi, Sleman yang dikenal dengan perkebunan Salak Pondoh-nya.

“Kita akan ajak peserta mengelilingi enam desa wisata yang unik yakni Desa Pancoh, Desa Kelor, Desa Nanggring, Desa Tunggul Arum, Desa Pule Sari dan Desa Garongan. Perserta JIHW akan merasakan sensasi berjalan di lingkungan asri yang dikelilingi oleh rimbunan pepohonan dan perkebunan salak pondoh. Selain itu, kita juga akan menyajikan atrasi budaya dan kesenian khas daerah tersebut dimasing-masing desanya,” jelas Dahlia.

Tidak ketinggalan juga akan melewati rute perjuangan bangsa yakni rute perjuangan Pangeran Diponegoro saat melakukan peperangan di tanah Jawa. Termasuk menyajikan sebuah tempat perlindungan saat masa Perang Diponegoro yang dibangun sejak 1835.

Diakui Dahlia, event JIHW sendiri telah resmi menjadi bagian International Volkssport Verband (IVV) sejak 2013 bersama 29 negara lain. IVV atau International Federation of Popular Sport merupakan sebuah organisasi non profit yang mewadahi beberapa cabang olahraga populer seperti Triathlon.

Hal senada dikatakan oleh Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani, Ia menyebut bahwa event yang telah masuk 100 Calender Of Event (CoE) KemenPar memang sengaja digelar sebagai upaya untuk menarik wisatawan mancanegara.

“JIHW menjadi salah satu effort lebih untuk mencapai target wisman di tahun 2018. Selama penyelenggaraanya kami melihat eksistensi acaranya cukup luar biasa. Apalagi mampu mengundang wisatawan datang, termasuk juga wisatawan mancanegara. Atraksi yang ditampilkan pun selalu dipoles sehingga memanjakan wisatawan. Hal ini yang terus akan kita upayakan kedepannya agar bisa mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” tandasnya.