Kirab Budaya Desa Sumbermulyo

Para bregodo saat kirab untuk memeriahkan HUT desa Sumbermulyo yang ke 72, Rabu (10/11/2018). (Foto: Humas Bantul)

SUMBERMULYO, Bantul – Memasuki usia ke-72, Pemerintah Desa Sumbermulyo bersama warga bertekad untuk memajukan desa. Berbagai usahapun sudah dilakukan diantaranya mampu mewujudkan kawasan bebas sampah dan meningkatkan perekonomian warga berupa peningkatan hasil pertanian dengan menggandeng dinas terkait, peningkatan dan pembinaan usaha kecil menengah berupa aneka macam olahan makanan serta kerajinan.

Dalam HUT yang ke 72 ini desa Desa Sumbermulyo juga menggelar kirab. Prosesi kirab budaya dimulai dengan serangkaian upacara di lapangan Sumbermulyo. Menariknya, para peserta dari masing-masing padukuhan yang ada di Desa Sumbermulyo menampilkan macam-macam kreasi dan kesenian.

“Aneka ragam seni budaya seperti Bregada, arak-arakan delman, ogoh-ogoh berbentuk gajah, perwayangan dan tak ketinggalan, jodhang atau gunungan yang berisi hasil bumi, menyemarakkan ulang tahun berdirinya desa ini,” jelas Lurah Desa Sumbermulyo, Dra. Ani Widayani dilokasi. Rabu (10/11/2018)

Sementara itu, Bupati Bantul Drs. H. Suharsono sangat mengapresiasi hasil pembangunan di kawasan Desa Sumbermulyo. “Semoga di usia yang tidak muda lagi Sumbermulyo sebagai salah satu desa budaya, diharapkan mampu nguri-uri atau melestarikan budaya warisan leluhur selaras dengan pesatnya pembangunan tanpa kehilangan jati diri” harapnya.

2019 Bantul bersih dari sampah

Ia menjelaskan jika Pemerintah Kabupaten Bantul telah mencanangkan Bantul bersih sampah 2019, berbagai program pendukung guna menyukseskan agenda besar tersebut telah disiapkan, diantaranya Bupati Bantul, Suharsono direncanakan akan membeli 17 unit truk pengangkut sampah yang bakal diserahkan ke masing-masing pemerintah kecamatan.

“Pengadaan armada truk sampah sudah disetujui dianggaran perubahan, paling bulan depan 17 kecamatan nantinya akan saya kasih truk satu-satu, truk baru bukan bekas.

Ditingkat perdusunan kami harapkan juga membuat tempat sampah sementara, yang nantinya dua atau tiga hari sekali, sampah itu akan diangkut truk untuk dibuang di Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Piyungan atau mana nantinya.” jelas Bupati.