Kota Jogja Kini Miliki 100 KTB

Ribuan warga mengikuti simulasi bencanadi Balaikota Yogyakarta, Senin (12/11). (Foto : Hanang Widiandhika)

BALAIKOTA, Umbulharjo – Memasuki bulan November 2018 ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Kota Yogya akan mengalami curah hujan yang tinggi. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya menyiapkan Puluhan Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang sudah terbentuk untuk rutin menggelar simulasi penanganan kebencanaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogya Hari Wahyudi mengatakan jika sampai saat ini Kota Yogya memiliki 100 KTB. Pembentukan KTB baru dilakukan dengan cara membina masyarakat kampung dengan dibekali pengetahuan penanganan bencana.

“Warga KTB selama ini dibekali dengan simulasi terkait ancaman kebencanaan. Simulasi bencana diberikan agar warga terbiasa dan tahu harus melakukan apa saat terjadi bencana” katanya saat di temui di kantornya, Senin (12/11)

Dirinya menambahkan KTB tidak hanya mengandalkan kegiatan simulasi yang digelar oleh BPBD Kota Yogyakarta saja. Mereka harus rutin menggelar simulasi.

“Tidak perlu simulasi besar-besaran, tetapi cukup simulasi kecil saja dengan tema yang berbeda-beda. Harapannya, masyarakat memiliki pelopor penanganan kebencanaan di wilayah masing-masing,” katanya.

Setelah mendapatkan bekal penanganan bencana nantinya perwakilan warga yang bertugas bisa memberikan arahan kepada warga saat terjadi bencana.

Setiap KTB, lanjutnya, terdiri dari 30 orang warga yang menjadi relawan bencana. Ke 30 orang tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

“Setiap orang memiliki fungsi yang berbeda, ada yang sebagai guide, P3K di masing-masing kampung. Masing-masing KTB punya peta potensi bencana. Nah, untuk membiasakannya perlu diadakan simulasi secara rutin minimal setahun sekali,” ujarnya.

Pentingnya Mitigasi Dalam Penanggulangan Bencana

Dalam upaya penanggulangan diperlukan upaya mitigasi secara terus-menerus dan berkesinambungan agar ancaman bencana dapat diminamilisir.

Hal tersebut senada dikatakan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Ia mengungkapkan jika penanggulangan dan pengurangan risiko bencana tersebut juga memerlukan komitmen dari seluruh lapisan mulai dari pemerintah, masyarakat, dan stakeholder yang terkait.

“Penanganan bencana dengan cepat dan tepat bergantung pada kegiatan antisipasi yang dilakukan. Oleh karena itu, seluruh pemerintah daerah, BPBD, OPD serta segenap komunitas relawan, sampai dengan tingkat kampung, wajib untuk mempersiapkan diri.” ungkapnya.

Dalam meminimalisir bencana, Pemkot Yogya sudah melakukan berbagai upaya seperti pelatihan simulasi bagi setiap sektor, menyiapkan segala sarana-prasaran, dan pembentukan KTB.

Menurutnya pembentukan KTB sangat penting, yakni untuk mempersiapkan masyarakat di wilayah. Mengingat mereka yang tahu dan dekat dalam menangani awal jiak terjadi bencana sehingga lebih cepat.

“Hal ini penting agar apabila terjadi bencana, maka masalah yang timbul dapat ditanggulangi dengan cepat dan tepat sasaran, dengan partisipasi masyarakat yang tergabung dalam KTB” ujarnya.