KSM Brama Muda Komunitas Peduli Sampah Terbaik

Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Prasetyo menyerahkan pengharaagn kepada Wakil Ketua KSM Brama Muda, Sutarjo di lapangan Dusun Dayakan Sardonoharjo, Kamis (29/11/18). (Foto: Humas Sleman)

NGAGLIK, Sleman – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Brama Muda yang terletak di wilayah Dayakan, Sardonoharjo Ngaglik Kabupaten Sleman raih penghargaan sebagai salah satu dari 5 komunitas peduli sampah terbaik di wilayah DIY. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Lapangan Dusun Dayakan Sardonoharjo, Kamis (29/11/18).

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Prasetyo dan Kepala Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho kepada Wakil Ketua KSM Brama Muda, Sutarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo menjelaskan bahwa dipilihnya KSM Brama Muda menjadi salah satu dari 5 komunitas peduli sampah terbaik di DIY melalui beberapa pertimbangan diantaranya inovasi-inovasi yang diusung oleh KSM Brama Muda ini.

“Jadi tidak hanya mengelola sampah saja tapi juga inovasi dan kreativitasnya. Ada nilai lebih dengan melihat usaha para pengelola untuk berkerjasama dengan Pemkab Sleman dalam hal ini melalui Dinas Lingkungan Hidup Sleman. Kemudian juga ada wisata edukasinya misal sekolah-sekolah bisa berkunjung untuk belajar pengolahan sampah yang baik.” Paparnya.

Lebih lanjut dirinya juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan KSM Brama Muda  yang saat ini memiliki 300 lebih pelanggan tidak hanya sampah rumah tangga tetapi juga non-rumah tangga ini menurutnya dapat memberi pendapatan tambahan terhadap KSM.

“Saya yakin dikelola dengan baik. Kompos dengan kualitas baik membuat Dinas Lingkuhan Hidup Sleman juga berani untuk membelinya juga. Hal ini saya apresiasi. Karena masih banyak ditempat lain KSM yang menghasilkan kompos, tidak diminati atau dibeli oleh Dinas terkait. Akhirnya operasinolanya mati,” katanya.

318 Pelanggan

Sementara itu, Wakil Ketua KSM Brama Muda, Sutarjo menuturkan bahwa KSM Brama Muda tersebut telah terbangun sejak tahun 2017 akhir dan mulai mengelola sampah pada Bulan Desember 2017 terhitung telah beroperasi selama satu tahun.

“Dalam jangka waktu satu tahun, ini kami sudah memiliki 318 pelanggan. Dari 318 pelanggan tersebut kita kita menghasilkan timbunan sampah perhari rata-rata 680an kilogram.” jelasnya.

Sutarjo juga menjelaskan dari sampah-sampah yang dipilah sesuai jenisnya seperti organic maupun anorganic dapat menghasilkan rata-rata 500kg setiap bulannya dengan harga jual Rp 1000 rupiah perkilonya.

Apa yang dihasilkan saat ini oleh KSM Brama Muda menurut Sutarjo buah dari kerja keras banyak pihak diantaranya oraganisasi pemuda yang menjadi perintis awal dari mulai ide hingga pelaksanaanya. Hasil yang didapat pun tidak hanya materi semata, namun terciptanya lingkungan yang bersih dan tingkat kepedulian masyarakat terhadap sampah pun sangat terlihat.