Manfaatkan Kotoran Cacing Sebagai Bahan Dasar Pupuk

Jimmy Suluh menunjukkan inovasinya yakni berupa pupuk yang berbahan dasar kotoran cacing. Selasa (13/11). (Foto : Hanang Widiandhika)

TEGALMULYO, Wirobrajan – Dilatar belakangi akan mahalnya pupuk kimia serta dinilai tidak ramah lingkungannya pupuk tersebut membuat Jimmy Suluh berinisiatif membuat pupuk yang murah meriah dan ramah bagi lingkungkan.

Warga tegalmulyo Pakuncen Wirobrajan Kota Yogyakarta ini membuat pupuknya sendiri menggunakan kotoran cacing yang di keringkan atau yang ia namakan pupuk kacing (bekas cacing).

Saat di temui belum lama ini di kediamnnya, Jimmy mengatakan inovasinya ini dilakukan memang fokus untuk membantu mensejahterakan petani tanaman organic.

“Sekarang harga pupuk kimia sangatlah mahal dan dinilai tidak ramah lingkungan. Tak hanya itu, keberadaan pupuk kimia bila diberikan dalam jangka waktu yang panjang justru mengakibatkan unsur hara yang sulit terserap oleh tanaman.” Ujarnya.

Menurutnya bahan baku pupuk organik di Yogyakarta melimpah. Sapi ternak yang berjumlah 300.000-an ekor menghasilkan 1,5 juta ton pupuk organic dalam sehari.

“Itu belum termasuk kotoran ternak lain yang dibiarkan menumpuk di kandang, atau berceceran di jalan dan rumah penduduk yang justru jadi biang penyaki” tandasnya.

Ia pun selalu melakukan pendekatan dan selalu memberikan sosialisasi tentang bahaya memakai pupuk kimia yang dapat merusak unsur hara dalam tanah.

“Adanya penyakit mengerikan macam stroke dan kanker, misalnya, boleh jadi disumbangkan oleh penggunaan pupuk kimia terhadap sayuran, buah- buahan, dan makanan lain yang menggunakan zat pengawet” katanya

Meski Murah, Namun Banyak Manfaatnya

Meski harganya murah namun pupuk buatan Jimmy ini mempunyai banyak kelebihan, yakni dapat memperbaiki struktur ruang serta meningkatkan aktivitas mikro organisme di dalam tanah yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan serta menambah bobot biomassa tanaman.

“Pupuk kascing organik ini sangat baik untuk tanaman, karena mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman selain memperkaya unsur hara tanah di mana tanaman tumbuh” katanya

Pruduk kascing milik jimmy ini dijualnnya dengan harga Rp 40.000 untuk 10 kg. Saat di tanya omsetnya perbulan, Jimmy mengaku tidak pernah mempersoalkan omsetnya karena Ia tidak mencari untung dalam Inovasinya tersebut.

“Saya tidak berpikir untung. Saya cuma ingin mengurangi ketergantungan petani dan lahan dari pemakaian pupuk kimia demi sanitasi dan lingkungan, termasuk masa depan kesehatan penduduk. Jika berhasil, yang untung adalah masyarakat, kita semua,” ucapnya

Inovasi yang dilakukan Jimmy ini membuka mata banyak orang bahwa limbah sumber daya alam tidak mesti terbuang percuma. Dengan teknologi sederhana dan kerja kerasnya, limbah-limbah itu mampu diolah jadi pupuk ramah lingkungan.