Menuai Respon Positif Dari Masyarakat, Pemkot Yogyakarta Perpanjang Kerjasama dengan BMKG

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti usai melakukan penandatanganan perjanjian perpanjangan kerjasama di Taman Pintar, Sabtu (17/11/2018). (Hanang Widiandhika)

TAMAN PINTAR, Gondomanan – Seperti yang kita ketahui bencana alam, perubahan iklim yang tidak menentu, kekeringan, curah hujan yang tinggi adalah fenomena alam yang sangat akrab dengan kehidupan kita saat ini. Hal ini menyebabkan masyarakat harus dapat membaca perilaku alam sehingga dapat sedini mungkin mempersiapkan diri menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi kapan saja.

Maka dari itu, Pemerintah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) untuk menjadikan masyarakat lebih dini mengetahui apa saja yang akan dilakukan ketika bencana tiba.

Bentuk kerjasama ini berupa dipasangkannya peralatan peraga Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) untuk Pembelajaran bagi para Pengunjung di Taman Pintar Kota Yogyakarta.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan Kerja sama antara Pemkot Yogyakarta dan BMKG sudah berlangsung sejak 2013, di mana BMKG berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui Zona MKG. Keberadaan zona ini telah menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung Taman Pintar.

“Di zona ini Masyarakat dapat melihat, mengoperasikan, dan mengetahui berbagai peralatan yang digunakan untuk menyediakan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika” katanya di lokasi, Sabtu (17/11/2018).

Menurutnya penyediaan berbagai informasi melalui media peraga yang ada di Zona MKG dapat menjawab rasa keingintahuan tersebut dan membuat mereka lebih faham mengenai fenomena iklim dan cuaca.

“Tingginya animo pengunjung di Zona MKG juga mengindikasikan bahwa rasa keingintahuan masyarakat tentang iklim dan cuaca cukup kuat” katanya.

Taman Pintar Sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan

Sementara itu Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menjelaskan sebagai salah satu upaya memasyarakatkan sains, Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki Taman Pintar sebagai pusat ilmu pengetahuan, yang juga merupakan destinasi wisata pendidikan unggulan di Yogyakarta.

Dalam peranannya, lanjutnya, Taman Pintar memiliki tugas dan tanggungjawab dalam pengembangan literasi bagi masyarakat, khususnya literasi di bidang sains.

“Taman Pintar dikunjungi lebih dari satu juta orang setiap tahunnya. Harapannya, akan ada semakin banyak masyarakat yang memahami kondisi perubahan iklim, hingga berbagai bencana geologi dan bagaimana bersikap untuk mengantisipasi dan menanggulanginya,” katanya.

Ia berharap, keberadaan peraga dari BMKG tersebut bisa meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana.

“Saya berharap, BMKG dapat melakukan pemutakhiran terhadap berbagai alat peraga sesuai dengan kemajuan zaman. Wahana BMKG tersebut dapat diakses pengunjung di lantai satu Gedung Oval Taman Pintar” harapnya.

Add Comment