Merawat Apotek Hidup, Ciptakan Suasana Asri Di Sekolah

Pelajar Sekolah Dasar kelas 4 dan kelas 5 Muhammadiyah Karangkajen Kota Yogyakarta melakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman toga. (Hanang Widiandhika)

KARANGKAJEN, — Penataan lingkungan sekolah menjadi Green School menciptakan suasana yang asri, sejuk, bersih, sehat dan dapat mendukung proses pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Karangkajen Kota Yogyakarta yang mengubah halaman depan sekolahnya untuk penanaman kebun tanaman obat keluarga (Toga).

Dalam pemanfaatan halaman menjadi perkebunan tersebut, mereka melibatkan para siswa disekolah, bahkan hingga para guru pembimbing. Para siswa terlihat sangat menikmati kegiatan bercocok tanam.

Salah satu Guru SD Muhammadiyah Karangkajen yang juga pengurus kebun Toga, Arviandri Dyah, mengatakan, kebun Toga ini adalah salah satu kegiatan untuk mengoptimalkan halaman depan dan diharapkan dapat bermanfaat untuk melengkapi ketersediaan obat herbal bagi siswa dan siswi SD Muhammadiyah Karangkajen..

“Kami berharap agar tanaman obat dapat mendukung sistem ketahanan kesehatan di sekolah. Tanaman obat dapat dimanfaatkan untuk pencegahan awal penyakit ringan,” ujar Dyah.

Beberapa jenis tanaman obat yang ditanam antara lain, jahe, serai, dan kumis kucing.

“Untuk Apotek hidup kami menanam jahe merah, pengagan, kumis kucing dan daun ungu” kata Dyah.

Selain Toga, SD Muhammadiyah Karangkajen juga menanam sayuran dan buah–buahan.

“Selain Toga kami juga menanam cabai, tomat, kenikir, dan daur kelor. Untuk tanaman buahnya, kami menanam Manggis, stroberi, dan sirsak” pungkas Dyah.

Siswa Merawat Secara Bergantian

Dalam pemeliharaan dan perawatan tanaman toga, dibentuk kelompok yang terdiri dari siswa kelas 4 dan kelas 5.

“Setiap pagi sebelum masuk jam pertama setiap kelompok yang piket diwajibkan melakukan penyiraman dan pemupukan, setiap kelompok berjumlah tiga anak. Yang penting bukan hanya menyiram dan memupuk, tetapi menjamin bibit yang ditanam itu jadi, tumbuh dan bisa dipanen,” katanya.

Para siswa juga diberi pengenalan jenis-jenis tanaman dan pemahaman mengenai manfaat setiap tanaman yang ditanam di kebun tersebut.

“Dan yang lebih penting lagi siswa mampu mengetahui manfaat tanaman toga bagi kehidupan, mampu mengaplikasikan pembelajaran green education dan leadership,” kata Pengurus Kebun.

Adanya kebun Toga ini bermanfaat bagi pengetahuan dan pembelajaran siswa. Menurutnya Toga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan jika diolah dengan baik.

Alisa Naila Syakira salah satu siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Karangkajen mengaku senang dengan kegiatan bercocok tanam. Ia menjelaskan memang sudah suka kegiatan berkebun.

“Di rumah aku sempat menanam cabai, salak, tapi belum pernah tanaman obat karena belum tahu manfaatnya, sekarang karena sudah tahu pengen coba juga nanam tanaman apotik hidup itu,” jelas Naila.

Kegiatan menanam di sekolah lebih menyenangkan karena dilakukan bersama-sama dengan teman sekolah.

“Kalau di sekolah kan banyak temannya jadi asik, bisa belajar sambil bermain” pungkasnya.

 

Add Comment