Pembukaan Siraman Culture Festival tahun 2018

Salah satu pertunjukkan dalam acara pembukaan siraman culture festival tahun 2018 meriah yang digelar di Balai Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Sabtu malam, (24/11/2018). (Foto: Humas Gunungkidul)

SIRAMAN, Wonosari – Pembukaan siraman culture festival tahun 2018 dilaksanakan di Balai Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Sabtu malam, (24/11/2018). Desa Siraman mendapat bantuan alat musik tradisional dari Kementerian desa dan Transmigrasi RI.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Drs. Agus kamtono, M.Si menjelaskan0jika kegiatan Siraman Culture Festival ini merupakan wujud nyata dari warga Desa Siraman untuk melestarikan adat istiadat dan tradisi nenek moyang.

“Sehingga Desa Siraman mendapat kesempatan untuk mengembangkan budaya seni lokal agar meraih dukungan, partisipasi kearifan lokal” ungkapnya.

Ia berharap agar pemerintah pusat dapat memfasilitasi kepada kelompok masyarakat yang berkreasi dalam seni budaya lokal bagi kaum muda.

“Sehingga menjadi kebanggaan dan pertanda baik bagi pengembangan seni budaya lokal yang merupakan budaya yogyakarta yang istimewa,” pungkasnya.

Seni budaya lokal harus ditingkatkan

Ditempat yang sama, Kepala Sub Bidang Direktorat (Kasubdit) Adat dan Budaya kementerian Desa dan Transmigrasi R.I, Haryoso M.Si., mengungkapkan, sudah ke 3 kalinya tim dari Kementerian Desa dan Transmigrasi ke Gunungkidul dalam rangka Siraman Culture Festival dengan pemberian alat musik tradisional. Alat musik tradisional berupa gamelan, sehingga bisa mengembangkan budaya dan tradisi di Gunungkidul.

“Dari gelaran festival sepertinya ini akan menumbuhkan tokoh tokoh lokal yang mampu mengangkat seni budaya lokal dalam melestarikan budaya luhur,” terangnya.

Ia berharap agar festival tersebut dapat membawa Desa Siraman menjadi desa rintisan budaya yang luhur.

“Sehingga memberikan nilai lebih bagi masyarakat Desa Siraman dan gunungkidul umumnya,” pungkasnya.

Add Comment