Pemkot Beri Penghargaan kepada Aktivis Pemerhati Lingkungan

Sekda Kota Yogyakarta, Titik Sulastri menyerahkan penghargaan untuk para aktivis pemerhati lingkungan di kantor DLH Kota Yogyakarta, Kamis (22/11/2018). (Hanang Widiandhika)

KLITREN, Gondokusuman – Sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para aktivis pemerhati lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Lingkuangan Hidup (DLH) menggelar Anugerah Lingkungan Hidup yang diselenggarakan di Kantor DLH, Kamis (22/11/2018).

Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Titik Sulastri kepada sekolahan, warga, kelompok masyarakat, dan Kecamatan terakait kegiatan di bidang lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu sarana membangun literasi lingkungan hidup masyarakat Kota Yogyakarta, mengkampanyekan kesadaran lingkungan,” ucapnya.

Pemkot memberikan apresiasi dan penghargaan kepada penggiat lingkungan yang mempunyai cara cerdas dalam menghijaukan Yogyakarta baik melalui tulisan, pemikiran, gagasan, perbuatan, dan ajakan sehingga mampu menjadi tauladan dalam menanamkan perilaku ramah lingkungan.

Pihaknya meminta penghargaan tersebut sebagai energi untuk terus bersemangat. “Tetaplah istiqomah berjuang demi lingkungan Yogyakarta yang dimulai dari hal-hal kecil, dari lingkup keluarga, dan dari satu ajakan yang melahirkan ribuan generasi hijau,” katanya.

Jadi motivasi untuk warga

Ia berharap penghargaan ini mampu menggerakkan partisipasi warga masyarakat secara lebih luas dalam menyumbangkan kemampuan serta potensi yang dimiliki guna membangun tatanan lingkungan yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini pula, besar harapan kami salah satu Misi Pembangunan, yaitu Memperkuat Tata Kota dan Kelestarian Lingkungan, agar dapat diwujudkan ditengah masyarakat sebagai sebuah cita-cita mulia demi Kota Yogyakarta yang kita cintai bersama,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Suyana menuturkan, yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah literasinya.

“Semuanya sifatnya fisik seperti sekolah adiwiyada dan kehati, namun tahun ini kami mengangkat literasinya,” ucap Suyana.

Total ada 63 kelas penghargaan dalam ajang tersebut, termasuk adalah pesantren berwawasan lingkungan. Harapanya ini bukan akhir tapi agar lebih tertantang lagi. “Seperti reward yang kita berikan kepada kecamatan, kita tuliskan label adipura agar tertantang,” jelasya.

“Kita mencoba literasi sebagai yang pertama, sementara yang lain penghargaan diberikan hanya sebatas fisik saja,” tandasnya.

Dalam ajang tersebut Kecamatan Jetis, Danurejan dan Gondomanan berhasil keluar sebagai tiga kecamatan adipura. Masing-masing mendapatkan motor operasional roda tiga pengangkut sampah.

Selain itu jenis penghargaan yang diberikan antara lain yakni sekolah berwawasan lingkungan, Kehati Award, Olimpiade Lingkungan, Bank Sampah terbaik dan Kampung Hijau Proklim.