Pemkot Jogja Ajak Komponen Masyarakat Bersatu Padu Jaga Kebersihan Lingkungan

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi membuka kegiatan Penggalangan Dunia Usaha dalam mendukung Program Kesehatan, di Rumah Sakit Pratama, Selasa (6/11/2018). (Hanang Widiandhika)

BRONTOKUSUMAN, Mergangsan — Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak masyarakat dan seluruh pelaku dunia usaha untuk terus menjaga lingkungan agar sehat, tetap bersih, serta memiliki udara yang sejuk. Salah satu aksi nyata dengan gerakan tidak membuang sampah sembarangan.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mejelaskan semua elemen di Kota Yogyakarta memiliki kewajiban dan peran dalam menjaga lingkungan agar selaras dengan visi Kota Yogyakarta yakni menjadi kota yang layak huni dan berdasar pada nilai keistimewaan.

Lanjutnya, untuk menjaga lingkungan harus mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat baik pemerintah, swasta maupun lembaga pendidikan. Di masa mendatang, peran lembaga pendidikan harus lebih ditingkatkan, mengingat adanya potensi dan peran cukup besar bagi siswa sekolah sebagai generasi muda.

“Salah satu yang paling utama adalah himbauan kepada masyarakat bagaimana lingkungan adalah bagian dari kehidupan kita yang harus tetap di jaga. Lewat kesadaran untuk tidak membuang sampah disembarang tempat, kita juga bisa memulai dari diri sendiri dengan memberikan contoh yang baik kepada anak anak generasi penerus kita,” ungkapnya usai membuka kegiatan Penggalangan Dunia Usaha dalam mendukung Program Kesehatan, di RS Pratama, Selasa (6/11/2018).

Menurutnya ketika lingkungan sehat dan sejuk maka akan membuat nyaman dalam bekerja dan mampu memunculkan inspirasi.

“Jogja ini yang diandalkan industri jasa karena tidak memiliki SDA. Jadi lingkungan yang sehat sangat menentukan di sini,” ungkapnya

Pemkot Yogyakarta tak henti–hentinya memberikan sosialisasi aksi kebersihan lingkungan . Mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ia pun menghimbau agar masyarakat lebih disiplin terhadap kebersihan lingkungan

Wujudkan Kota Yogya Sebagai Kawasan Tanpa Rokok

Dalam menjaga lingkungan, Wawali juga meminta para pelaku dunia usaha untuk menyediakan ruang khusus merokok di gedung perkantoran, mall, ataupun hotel.

Ia membeberkan bahwa terkait Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pihaknya tengah merancang strategi untuk menghapus iklan rokok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini menuturkan bahwa dibutuhkan kolaborasi untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, khususnya mewujudkan KTR di kota wisata ini.

“Contohnya di kawasan Malioboro, kini Malioboro sudah berbenah diri. Tapi masih ada warga yang nongkrong sambil merokok dan putungnya dibuang di pot. Banyak putung di sana sehingga dibutuhkan kepedulian sekitar,” pungkasnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan UPT Malioboro untuk menyediakan shelter khusus sebagai ruangan tempat merokok.

“Itu bisa diberlakukan selang seling di sisi barat dan timur. Jadi perokok tidak merokok di kursi-kursi yang disediakan di area pedestrian. Nantinya Kalau Perda KTR diberlakukan kan ada sanksinya. Saat ini sedang masa sosialisasi 1 tahun,” tandasnya.

Add Comment