Pemkot Yogyakarta Bentuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi usai di dampingi Kepala Bappeda Kota Yogya, Edy Muhammad saat meresmikan Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Kota Yogyakarta, di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta, Jumat (23/11/2018). (Hanang Widiandhika)

BALAIKOTA, Umbulharjo – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) membentuk Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Kota Yogyakarta, di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta, Jumat (23/11/2018).

LPPM Kota Yogyakarta diresmikan langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dengan dihadiri perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas se-Kota Yogyakarta.

Heroe menegaskan bahwa pembentukan LPPM adalah untuk menguatkan program gandeng gendong. “Kegiatan ini adalah salah satu wujud implementasi konsep Gandeng Gendong,” ucap Heroe.

Pembentukan Forum ini, sambungnya, dapat pula dimanknai sebagai sarana menyatukan ide dan gagasan yang selama ini hanya dilaksanakan secara parsial, maka melalui Forum ini ide dan gagasan dapat disatukan dalam media yang lebih terarah sehingga setiap kegiatan dapat terlaksana secara lebih matang.

“Unsur 5K yakni Pemerintah Kota, Korporasi, Komunitas, Kampus, dan Kampung masih berjalan sendiri-sendiri sehingga hasilnya pun tidak maksimal,” ujar Heroe.

Perkuat program gandeng gendong

Untuk itulah, lanjutnya, Pemerintah Kota Yogyakarta ingin menjembatani keberadaan LPPM di Universitas se-Kota Yogyakarta. Ia melihat banyak gagasan akademisi yang dapat diadopsi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, selain juga sebagai harmonisasi kegiatan pembangunan maupun pengabdian kewilayahan.

“Keberadaan perguruan tinggi mempunyai posisi penting pembangunan Kota Yogyakarta, hal ini tidak terlepas perannya sebagai mitra Pemerintah Kota Yogyakarta utamanya dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat,” tandasnya.

Ia menerangkan, Pemkot juga akan memberikan pendanaan untuk melakukan penelitian dengan skema yang telah ditentukan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad menambahkan bahwa dukungan anggaran untuk penelitian oleh dosen pada tahun 2019 yang disediakan Bappeda Kota Yogyakarta sebanyak Rp 200 juta.

“Dan anggaran untuk pendampingan pengabdian masyarakat, KKN, dan Kemitraan Penelitian Dikti sebanyak Rp 150 juta,” urainya.

Edy menerangkan, saat ini sudah ada 20 kampus yang memiliki perjanjian kerjasama dengan Pemkot Yogyakarta dari 53 Kampus yang berada di Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Ketua Forum LPPM Kota Yogyakarta, Ambar Kusumandari menilai kegiatan pengabdian yang ada di wilayah DIY saat ini mayoritas dilakukan di luar Kota Yogyakarta.

Pihaknya pun akan mengupayakan agar kegiatan pengabdian bisa dilakukan di Kota Yogyakarta melalui KKN Kota, dengan begitu pihaknya optimis manfaatnya akan jauh lebih merata.

“Kami akan mengumpulkan beragam persoalan yang berada di Kota Yogyakarta seperti masalah sampah, transportasi dan lainnya,” ucap Ambar.