Pemkot Yogyakarta Beri Penghargaan Pada Pemilik Bangunan Heritage

Pemberian penghargaan diserahkan langsung oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di Hotel Phoenix. (Hanang Widiandhika)

COKRODININGRATAN, Jetis — Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghargaan terhadap sepuluh pemilik bangunan heritage di Kawasan Cagar Budaya (KCB) Pakualaman. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di Hotel Phoenix, Selasa (30/10/2018).

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharso, mengatakan, sistem penilaian penghargaan tersebut berdasarkan pada kepedulian pemilik bangunan heritage yang tetap mempertahankan ciri khas bangunannya dan tidak mengubahnya menjadi bangunan baru.

“Penghargaan yang berupa piagam serta uang sebesar Rp10 juta ini merupakan apresiasi terhadap berbagai aktivitas dan komitmen yang dilakukan oleh masyarakat atau pemilik bangunan yang senantiasa meluangkan waktu dalam pelestarian bangunan heritage di Kota Yogyakarta.” katanya di lokasi.

Sementara itu, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menjelaskan, melalui momentum penghargaan tersebut, ia mengimbau kepada segenap pemilik, pengusaha, dan pelestari bangunan heritage, agar tetap memelihara, merawat, serta memperindah dan mempercantik keaslian bangunan heritage.

“Marilah kita bersama-sama meningkatkan kesadaran akan keberadaan bangunan heritage ini, sehingga bukan hanya tokoh-tokoh ini saja yang kemudian melestarikan bangunan-bangunan heritage, namun seluruh masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menjaga bangunan-bangunan tua dan antik di sekitarnya,” ujarnya.

Dengan masih kokohnya bangunan heritage tersebut, lanjut Walikota, juga turut memberikan andil yang besar dalam memperkuat atmosfer Kota Yogyakarta sebagai Kota budaya, seni dan pariwisata.

“Keberadaan bangunan heritage di Kota Yogyakarta merupakan potensi besar sebagai modal dalam menggerakkan dan meningkatkan roda perekonomian daerah dari sektor pariwisata. Dalam hal ini, bangunan heritage menjadi salah satu bentuk promosi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta,” jelasnya.

Nisa Andriyani

Salah satu peraih penghargaan tersebut adalah Nisa Andriyani, pemilik bangunan heritage di Jalan Bausasran. Ia mengaku menjadi generasi keenam yang menempati rumah itu.

Selain perawatan yang susah, rumah yang ditempati Nisa membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Perawatannya memang tinggi. Tapi kami sayang untuk melepasnya, karena di sana banyak kenangan,” ucapnya.

Rumah yang didominasi material kayu tersebut sudah ada sebelum tahun 1900.

“Saat ini, saya tinggal di sana sekeluarga. Total yang menghuni (rumah) empat orang. Selain rumah, bagian belakang juga difungsikan sebagai tempat usaha bidang kuliner,” pungkasnya.