Pendidikan Karakter Bagi ASN Perbaiki Kinerja Birokrasi

Wakil Walikota Heroe Poerwadi membuka acara Strategi Diseminasi Kebijakan Indonesia Strategi Kebijakan Dalam Merespon Industri 4.0 di Hotel Royal Darmo, Selasa (6/11/2018). (Hanang Widiandhika)

PRINGGOKUSUMAN, Gedong Tengen  — Birokrasi pemerintah tidak hanya dituntut untuk cerdas dan pandai dari segi pengetahuan saja, namun juga harus memiliki karakter melayani demi kemajuan teknologi, bangsa, dan negara. Karakter birokrasi yang melayani ini penting untuk menunjukkan kehadiran para Aparatur Sipil Negara (ASN) di tengah masyarakat.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan, pendidikan karakter semakin penting, terutama dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Keterampilan tersebut meliputi berpikir kritis, bertindak kreatif, mampu berkomunikasi dengan baik, dan mampu melakukan kolaborasi secara produktif.

Menurutnya, pendidikan karakter perlu dikemas dan dipraktikkan untuk membekali para ASN dalam memberikan pelayanan yang selaras dengan era Revolusi Industri 4.0 di abad ke-21.

“Dalam menghadapi kehidupan yang campur-baur dan berubah dengan cepat, semua masyarakat terutama ASN, harus memiliki kesiapan psikologis dan kesiapan teknis secara memadai,” ujarnya, saat membuka acara Strategi Diseminasi Kebijakan Indonesia dengan tajuk Strategi Kebijakan Dalam Merespon Industri 4.0 di Hotel Royal Darmo, Selasa (6/11/2018).

Seorang ASN, lanjutnya, yang memiliki karakter kuat, konsisten, sekaligus fleksibel akan jauh lebih sukses dibandingkan dengan mereka yang berpikiran sempit dengan karakter yang kaku, ekstrem, dan buta huruf teknologi digital.

Perilaku ASN yang malas dan meninggalkan tempat tugas merupakan budaya yang harus dihilangkan. Oleh karena itu, tambahnya, pendidikan karakter sangat penting. Seperti sikap loyal dan setia pada tugas dan tanggung jawab adalah bagian dari pendidikan karakter.

“Kalau tidak didasari dengan panggilan hati untuk bekerja dan melayani, budaya ini sangat sulit dihilangkan dari mereka yang hanya datang bekerja tanpa merasa bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan,” katanya.

Revolusi Industri 4.0 di Abad ke-21

Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 di abad ke-21, tuntutan kehidupan sangat didasarkan pada konektivitas antar-mesin, antar-orang, antar-program, antar-data kecil dan data raksasa dalam suatu jaringan yang harmonis dan sinergis dalam modalitas digital.

“Di sini peran ASN merupakan subyek yang mengatur dan menentukan konektivitas itu. ASN yang memiliki karakter kuat akan sukses membangun konektivitas dalam jejaring berbasis internet,” terang Wawali.

Ia pun mengajak para peserta untuk mulai mengedukasi diri sendiri, maupun kelompok-kelompok dalam masyarakat atau organisasi dengan memberikan keteladanan yang bermoral dan berkarakter.

“Langkah paling sederhana adalah melakukan harmonisasi empat domain besar karakter, yaitu olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga, sehingga dengan menjaga keseimbangan empat domain ini para aparatur dapat memiliki pemahaman, penghayatan, dan tingkah laku positif” ungkapnya.

Add Comment