Perangi Hoax Melalui Digital Smart Media

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Ir Rony Primanto Hari Mt saat membuka Pelatihan Digital Public Relation, di Aula Diskominfo DIY, Jl. Brigjen Katamso Senin, (26/11/2018). (Foto: Humas DIY)

Distribusi informasi era milenial dewasa ini semakin terbuka dan bebas. Di sisi lain, banjir informasi dan kecenderungan publik mengonsumsi konten dunia mayasecara instan  makin menyuburkan berita bohong (hoax).

Untuk menanggulanginya diperlukan optimalisasi digital smart media. Perubahan informasi media yang terkait kehumasan sudah mengarah pada teknologi informasi digital. Jika tidak mengikuti itu, maka akan sangat tertinggal,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Ir Rony Primanto Hari MT pada Pelatihan Digital Public Relation di Aula Diskominfo DIY, Jl. Brigjen Katamso Senin, (26/11/2018).

Hadir mengawali pelatihan, Rony Primanto Hari memaparkan statistik penyebaran informasi melalui media cetak yang berkurang siginifikan. Mengantisipasi transformasi penggunaan media dari mode konvensional menuju digital internet itu, dirinya menekankan perlunya perubahan paradigma di sektor kehumasan.

Menurut Rony, kehumasan tidak bisa lepas dari pemanfaatan media sosial (medsos). Humas perlu bekerja sama dengan berbagai komunitas agar informasi yang diproduksi tidak hanya dari satu sumber saja. Hal ini penting guna menanggulangi penyebaran hoax.

Peran media harus dimaksimalkan

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto SIK MSc selaku pemateri juga mengamini perihal pengaburan berita di media massa digital. Informasi yang tersedia di media sangat riskan tercemar oleh rumor yang belum tervalidasi dengan benar. Akan tetapi beda ceritanya dengan portal-portal berita dan media di bawah pengawasan Dewan Pers.

“Media yang sudah terverifikasi Dewan Pers pasti mengikuti kaidah jurnalistik yang sudah ditentukan dan tidak sembarangan. Pasti ada verifikasi dan cross check,” tergasnya.

Meski begitu, tak dipungkiri juga peluang adanya hoax pada media-media click bait. Di sinilah peran media sosial dapat dimaksimalkan. Dengan merilis konfirmasi atas suatu berita, maka akan dapat mengerem laju informasi hoax.

Arif Lukman Hakim SE, pengelola medsos Bidang Humas Diskominfo DIY sebagai pemateri terakhir mengungkapkan fungsi dan peran Humas sangat penting untuk dioptimalkan. Salah satunya ketika ada krisis informasi dan simpang-siur data, maka akun resmi pemerintah dan lembaga terkait yang akan dikejar oleh masyarakat.

Interaksi aktif di media online dan medsos tetap perlu dijalin sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Peran aktif dari pihak Humas juga perlu dibarengi dengan strategi pengelolaan konten media, agar warga internet tidak kecewa dan kehilangan kepercayaan pada pemerintahan.

“Menjaga suasana interaktif di media akan menjaga kehangatan hubungan pemerintah dan masyarakat,” tutur Arif.