PKK Yogyakarta Antisipasi Ledakan Penduduk

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun dan Ketua Tim Evaluasi KKG PKK KKBPK Kes DIY Retno Nurmawati saat acara penerimaan Tim Evaluasi Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KKBPK Kes di Kecamatan Gedongtengen, Minggu (11/11/2018). (Hanang Widiandhika)

GEDONGTENGEN, Yogyakarta – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Yogyakarta terus mendorong kesuksesan program Keluarga Berencana (KB) dan perencanaan yang matang dalam keluarga agar tercipta generasi yang unggul dan mandiri.

“Angka kehamilan anak di Indonesia masih tinggi, kami telah mempersiapkan kader gender yakni menguatkan seks edukasi di kalangan anak, hal itu salah satu cara untuk mengantisipasi leadakan penduduk” ucap Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun dalam acara penerimaan Tim Evaluasi Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KKBPK Kes di Kecamatan Gedongtengen, Rabu (7/11/2018).

Ana pun mengingatkan bahwa pengetahuan seks di kalangan anak-anak SMP saat ini sudah sangat dalam. Hal tersebut, menurutnya harus diarahkan dengan memberikan pengetahuan atau seks edukasi.

“Kami telah melakukan hal tersebut dibeberapa sekolah negeri, namun memang masih ada beberapa kendala yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Terkait evaluasi tersebut, Ana meminta agar tidak menjadikannya sebagai tujuan melainkan pelaksanaan para kader di berbagai bidang kesehatan yang ada di lingkungan sekitar masing-masing. Sehingga yang terpenting kedepan adalah kegiatan para kader yang berkelanjutan dan bermanfaatnya bagi warga.

Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Titik Sulastri menerangkan, kegiatan Evaluasi ini merupakan sebuah momentum yang penting untuk meningkatkan pengabdian kita semua bersama Tim Penggerak PKK dalam rangka membina keluarga kecil yang sehat, bahagia dan sejahtera.

“Dalam kegiatan kesatuan gerak ini kita bersama berupaya untuk meningkatkan pencapaian program kependudukan KB, pembangunan keluarga dan kesehatan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan proyeksi ledakan kependudukan,” ucapnya.

Ia mengingatkan di Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun) yang akan terjadi pada tahun 2025-2030.

“Berangkat dari fenomena tersebut, marilah kita sikapi setiap jiwa pertambahan penduduk di Kota Yogyakarta sebagai sebuah investasi bangsa,” cetusnya.

Saat ini jumlah penduduk Kota Yogyakarta hingga akhir Oktober 2018 mencapai angka 414.720, angka tersebut tidak hanya kita sikapi sebatas kuantitas semata, namun bagaimana kuantitas tersebut dapat menjadi kualitas dengan menyiapkan SDM sebaik mungkin.

Program pemberdayaan keluarga

Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi KKG PKK KKBPK Kes DIY Retno Nurmawati mengungkapkan, Program KB isebetulnya tidak hanya terkait dengan KB saja, tapi juga ada program pemberdayaan keluarga.

“Dimana disitu ada bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia,” imbuhnya

Jadi bina-bina ini, lanjutnya, adalah program-program yang memberdayakan para keluarga yang mempunyai balita, yang mempunyai remaja dan yang mempunyai lansia.

“Bagaimana kita melihat tumbuh kembang balita, bagaimana kita memperhatikan remaja dan memperhatikan lansia,” tandasnya.