Tekan Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan, DPMPPA Kota Yogyakarta Gencar Sosialisasi

Kepala UPT P2TP2a DPMPPA Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati, sedang memberikan Sosialisasi terkait perlindungan anak dan perempuan di Kecamatan Tegalrejo, Kamis (16/11/2018). (Hanang Widiandhika)

KRICAK, Tegalrejo – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta terus berupaya menekan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, salah satu cara yang dilakukan dengan gencar melakukan sosialisasi pada sejumlah kecamatan yakni pada tanggal 13 November hingga 16 November 2018.

Kepala UPT P2TP2a DPMPPA Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati mengatakan sosialisasi tentang perlindungan perempuan dan anak harus ditingkatkan.

“Sehingga bisa menjangkau dan memberikan pemahaman kepada masyarakat menyangkut perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak” ujarnya.

Menurutnya, KDRT merupakan kejadian yang merusak sendi-sendi utama ketahanan keluarga dengan korban terbanyak adalah perempuan dan anak.

“Dampak KDRT selain mengancam keberlanjutan kehidupan rumah tangga juga berpengaruh negatif terhadap siklus kehidupan dan tumbuh kembang anak dalam rumah tangga tersebut,” kata

Untuk itu, lanjutnya, perlu adanya peran semua pihak untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Tokoh masyarakat, sekolah, guru, tokoh agama, dan stakeholder terkait harus bekerjasama tekan persoalan ini ” paparnya.

Peran Keluarga Sangat Penting

Ia menjelaskan pendidikan keluarga menjadi sangat penting karena keluarga menjadi sentral dimana anak-anak lahir dan dibesarkan menjadi seorang manusia dewasa. Didalam keluarga anak-anak dilatih dan didik menjadi pribadi yang bisa membanggakan keluarga.

“Peran orangtua sangat penting mengajarkan anak-anak hal yang baik. Selalu ingatkan anak-anak. Jangan dengan kekerasan tapi dengan cara yang humanis,” papar Polana.

Ia mengimbau kepada para orangtua agar memberikan pemahaman kepada anak-anak soal penggunaan alat teknologi komunikasi.

“Beri arahan dan ingatkan anak-anak kita. Jangan dibiarkan begitu saja. Tanya dia jam berapa dia pulang, pergi dengan siapa, harus diberi pemahaman yang baik kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Ia mengungkapkan jika komunikasi didalam keluarga sangatlah berperan penting dalam keharmonikan keluarga.

“Untuk menjaga kenyamanan serta menciptakan keluarga yang harmonis harus ada komunikasi antar sesama, serta hindarilah dari perang mulut keduanya, dan orang tua wajib mendidik anak-anaknya sejak dini, menanamkan nilai agama, serta mengedepankan dialog ketika menyelesaikan masalah, hal itulah yang mampu menangkal terjadinya KDRT,” tegasnya.