Tingkatkan Profesionalitas, Senkom Mitra Polri Gelar Pelatihan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi oleh Bupati Bantul Drs. Suharsono dan Dirbinmas Polda DIY Kombes (Pol) Rudy Heru Susanto usai membuka pelatihan dan peningkatan kesadaran hukum serta Kamtibmas Sentra Komunikasi (Sekom) Mitra Polri DIY di Pantai Dewaruci, Wonoroto, Gadingsari, Sanden, Bantul, Senin (19/11/2018). (Foto: Humas DIY)

SANDEN, Bantul – Pagi ini Sentra Komunikasi (Sekom) Mitra Polri DIY menggelar pelatihan dan peningkatan kesadaran hukum serta Kamtibmas. Sebagai organisasi yang menempatkan pengamanan Kamtibnas, Sekom Mitra Polri DIY dituntut memahami masalah-masalah sosial yang menjadi sumber gangguan di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh Kepada 230 peserta

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, jika pelatihan dan peningkatan kesadaran hukum serta Kamtibmas ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Sehingga kemitraan dengan kepolisian benar-benar dapat membantu tugas pokok kepolisian.

Ngarsa Dalem menyampaikan bahwa pada periode tahun 2016 – 2025 publik membutuhkan pelayanan Polri yang bersifat strive for excellence . Masyarakat saat ini mengharapkan multi dimensi kualitas pelayanan yang unggul, efektif, dan efiesien di tengah globalisasi kejahatan yang kian canggih.

“Untuk itu, pendekatannya harus dengan sikap pasti bisa, kecepatan bertindak, peningkatan kualitas di setiap proses, serta mengejar kinerja jangka pendek dan kestabilan jangka panjang,” katanya di Pantai Dewaruci, Wonoroto, Gadingsari, Sanden, Bantul, Senin (19/11/2018).

Karena, jelas Sultan, Polri akan dihadapkan pada perkembangan gangguan Kamtibmas yang kian kompleks dan mengarah pada trans-national-crime yang termasuk pada kartel bio-terorism, narco-terorism, dan cyber-crime.

“Dalam hal ini, perkembangan sains dan teknologi khususnya ICT akan berdampak pada kondisi Kamtibmas. Konsekuensinya menuntut perubahan tupoksi operasionalisasi Polri di lapangan,” Sri Sultan mengimbuhkan.

Sri Sultan berharap, Polri bisa selalu meningkatkan kualitas human capital sebagai aparat penegak hukum dan pelaksana tugas pengayom, pelindung, dan pelayanan masyarakat.

“Untuk lebih profesional, bermoral, modern dan unggul, bukan malah menjadi beban operasional kepolisian,” terang Gubernur yang siang itu didampingi Bupati Bantul Drs. Suharsono.

Menjaga ketertiban DIY adalah tugas semua pihak

Sementara itu, Dirbinmas Polda DIY Kombes (Pol) Rudy Heru Susanto, S.H., M.H. menyatakan, tugas pokok Polri akan dihadapkan berbagai tantangan yang tidak mudah. Sehingga, salah satu strategi dalam meminimalisir hal tersebut telah dikembangkan dan di implementasikan strategy community policing.

“Yang mana community policing adalah kegiatan kepolisian untuk mengajak masyarakat bermitra dengan Polri untuk bersama-sama mengidentifisir permasalahan gangguan Kamtibmas diantaranya adalah Senkom DIY,” katanya.

Ia mengimbau kepada peserta pelatihan untuk berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban Pesta Demokrasi yang sudah berlangsung hingga tahun 2019.

“Karena pada tahun 2018 sudah berlangsung tahap kampanye dan ditemukan banyak pelanggaran kampanye yang bermunculan isu yang menjadi perhatian publik yang dapat menganggu jalannya pesta demokrasi,” pungkasnya.