TMMD Sengkuyung Tahap III 2018 Capai Target 100 Persen

PAKUNCEN, Wirobrajan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun anggaran 2018 Kodim 0734/Yogyakarta secara resmi ditutup, Selasa, (13/11). Kinerja fisik mencapai sasaran target 100 persen, Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Bram Pramudia meminta warga untuk menjaga sekaligus merawat hasil pembangunan tersebut.

“Warga tidak lepas tangan dan akan memelihara sekaligus meneruskan program yang belum selesai” katanya usai upacara penutupan TMMD di lapangan AMC Wirobrajan.

Ia menambahkan, sejumlah sasaran berhasil digarap melalui TMMD Sengkuyung yang dimulai 15 Oktober hingga 13 November 2018 ini terdiri sasaran fisik dan nonfisik. Sasaran fisik berupa pembuatan talud permanen didinggiran sungai Winongo sepanjang 23 meter, rehap balai RW, Rehap rumah, dan pembuatan MCK

“Untuk nonfisiknya ada sosialisasi pekat dan narkoba, menangkal fanatisme agama yang sempit, sosialisasi bela negara dan cinta tanah air, juga sosialisasi penyuluhan tentang kekerasan dalam rumah tangga,” tandas Dandim

Menurutnya kegiatan TMMD tersebut merupakan wujud sinergitas masyarakat, Pemerintah, TNI dan Polri dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dengan agenda-agenda pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, sanitasi, dan keberdayaan bagi masyarakat Kota Yogyakarta.

Lestarikan Semangat Gotong Royong Antar Warga

Dandim juga meminta semangat gotong royong masyarakat dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini. Semangat kebersamaan, persatuan, toleransi atas perbedaan dan budaya gotongroyong harus terus dipelihara dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kepada prajurit dan seluruh komponen masyarakat untuk terus memlihara semangat kebersamaan dan kanunggalan TNI dan rakyat. Jangan mudah terhasut dan terprofokasi oleh pihak manapun yang ingin memecah persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Ia berharap apa yang sudah dilakukan oleh pasukannya tersebut akan sangat membantu dalam mengatasi persoalan lingkungan, termasuk pembangunan talut di Sungai Winongo.

“Terutama pada bulan November ini, dimana Jogjakarta sudah memasuki musim penghujan, paling tidak di wilayah bantaran sudah semakin kuat sehingga kalau ada aliran besar di sungau Winongo bisa diantisipasi jadi air tidak meluap,” lanjutnya.