Warga Tanjungsari Panen Raya Garam Kualitas SNI

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat menghadiri acara panen raya garam dipantai Sepanjang Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (25/11/2018). (Foto: Humas Gunungkidul)

TANJUNGSARI, Gunungkidul – Hasil laut selain tangkapan ikan, potensi lain kawasan pantai selatan di Kabupaten Gunungkidul terus digali dan dikembangkan. Belakangan ini, Pemkab Gunungkidul terus mendorong warganya terutama yang tinggal di kawasan pesisir agar dapat menghasilkan garam.

Seperti yang dilakukan warga dipantai Sepanjang Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, selain jumlah yang dihasilkan cukup banyak, garam yang dihasilkanpun memiliki kualitas yang baik.

Bupati Gunungkidul, Badingah, mengungkapkan garam yang dihasilkan tersebut selain bisa digunakan sebagai kebutuhan dapur, produk garam tersebut juga bisa digunakan untuk penggaraman ikan yang tidak terjual menjadi ikan asin.

Ia meminta para petani apabila menemui permasalahan agar segera dikomunikasikan dengan Pemerintah baik ditingkat kabupaten maupun provinsi.

Menurutnya keberadaan petani garam juga menjadi penunjang wisata pantai. “Dari tahun ke tahun mengalami peningkatan produksi. Sebagian produksi garam sudah diambil toko-toko dan warung-warung makan di wilayah pantai,” ungkap diacara panen raya garam (Kelompok Tani Tirta Bahari) di kawasan Pantai Sepanjang, Minggu, (25/11/2018).

Pihaknya menjelaskan bahwa bantuan dana dari Pemda DIY pada tahun 2017 senilai Rp. 750 juta untuk pengembangan produksi garam dinilai sangat besar pengaruhnya terhadap kapasitas produksi garam. “Jika cuaca mendukung untuk setiap 5-7 hari sekali, petani garam dapat memanen garam hingga 1 ton” jelasnya.

Petani garam harus berstatus jelas

Sementara itu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang juga hadir dalam acara tersebut berharap agar wadah organisasi dan manajemen petani garam berstatus jelas. “Sesegera mungkin menindaklanjuti untuk mengurus ijin produksi dan pemasarannya” tegasnya/

Sementara agar pemasaran dapat menjangkau yang lebih luas, Gubernur meminta untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Misalnya berkoordinasi dengan pihak Laboratorium, BPOM, dan Dinkes agar kedepan memiliki hak edar setelah serangkaian syarat terpenuhi.

“Harus profesional, jangan sampai pejabat ganti kebijakan juga berubah. Produksi garam ini kedepan benar-benar diupayakan agar bisa berkembang dengan baik dan punya pasar serta mampu bersaing,” himbau Ngarso Dalem.

Lantas, Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto menegaskan bahwa Kelompok Petani Garam akan dimasukan dalam BUMDes yang sudah dibentuk tahun 2017. Hal tersebut sebagaimana arahan yang diberikan Sultan.

“Petani garam Pantai Sepanjang Tirta Bahari mendapat dukungan dari pemerintah desa. Masih perlu bimbingan dari Pemkab dan Pemprov,” ujar Rakhmadian.

Usai panen raya garam secara simbolis di Kawasan Pantai Sepanjang Gubernur dan rombongan melanjutkan panen raya di Kelompok Tani Garam Dadap Makmur, Pantai Dadap Ayam Kecamatan Saptosari.

Add Comment