Wirausaha Muda Indonesia Bisa Cegah Disintegrasi Bangsa

Wakil Presiden RI H. M Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum kepada 2.300 mahasiswa di Auditorium UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Minggu (4/11/2018). (Foto: Humas DIY)

DEPOK, Sleman – Generasi muda diharap melakukan perubahan-perubahan dalam mencegah disintegrasi bangsa, salah satunya dengan menjadi wirausaha muda untuk memajukan perekonomian negara.Hal ini diungkapkan Wakil Presiden RI H. M Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum kepada 2.300 mahasiswa di Auditorium UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Minggu (4/11/2018).

Kuliah umum ini mengusung tema ‘Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Jiwa Wirausaha Sosial Generasi Muda dalam Rangka Mencegah Disintegrasi Bangsa’.

Jusuf Kalla menyebutkan, 10 dari 15 konflik bangsa Indonesia terjadi karena adanya ketidakadilan, baik dari sisi ekonomi, budaya, politik maupun lainnya. Konflik tersebut mulai dari peristiwa G30S, RMS Maluku, PRRI, Ambon, Papua hingga Aceh.

“Sederet konflik ini ada yang terjadi karena permasalahan pimpinan daerah hingga masalah ekonomi. Dan ketidakadilan dapat memecah belah bangsa ini,” jelas Wapres RI.

Agent of change

Untuk itu, Jusuf Kalla menyampaikan, pentingnya generasi muda menjadi agent of change turut memajukan perekonomian negara dengan menciptakan lapangan usaha. Dengan demikian, perpecahan akibat konflik ekonomi bisa terhindarkan.

“Saya rasa, pihak universitas harus bertanggungjawab dalam mendidik dan menciptakan lulusan UPN Yogyakarta memiliki jiwa entrepeneurship. Karena dengan begitu, seorang pengusaha dapat mempersatukan bangsa dan membawa pertumbuhan yang adil,” lanjut JK.

JK menceritakan, terdapat 4,4 juta warga Indonesia yang mendaftar CPNS pada tahun 2018 dengan peluang 3% atau sekitar 125 ribu kuota penerimaan. JK meminta agar mahasiswa tidak seluruhnya memimpikan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Artinya Anda semua harus memahami bahwa cita-cita menjadi PNS sangatlah kecil kesempatannya. Anda masih bisa mencari pilihan untuk menjadi pekerja profesional atau pengusaha. Apalagi teknologi dapat dengan mudah dipelajari. Kuasailah ilmu dan teknologi,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan, semangat Sumpah Pemuda harus menjadi bukti kita dalam mendamarbhaktikan  cita-cita bangsa dengan melakukan yang terbaik dan menjadi bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Rektor UPN ‘Veteran’ Yogyakarta Markus Kusnardijanto menuturkan, kegiatan ini dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda Tahun 2018 dan menyongsong Dies Natalis UPN ‘V’ Yogyakarta ke-60.

Markus berharap, kehadiran Wapres RI dalam memberikan kuliah umum dapat menjadi penguat untuk terus mengembangkan jiwa wirausaha sosial bagi civitas akademika UPN Yogyakarta.

“Mudah-mudahan menjadi pendorong bagi UPN Yogyakarta untuk tetap menegakkan dan terus menjaga nilai-nilai bela negara. Karena kami memandang perjalanan karir Bapak Wapres bukan hanya sukses di wirausaha tetapi berhasil menjaga dan menguatkan integrasi bangsa,” pungkas Markus.

Usai memberikan kuliah umum, Wapres RI H. M Jusuf Kalla didampingi Wagub DIY meninjau operasi katarak dan donor darah yang bertempat di belakang Auditorium UPN ‘V’ Yogyakarta.

Hadir pula dalam acara ini, pejabat Forkompimda DIY, bupati dan wakil bupati seluruh DIY, senat universitas se-DIY, IKATA, dosen, karyawan dan 2.300 mahasiswa UPN.