Gunungkidul Optimalkan Pendapatan Pajak Pariwisata

Bupati Gunungkidul, Badingah didampingi Kabid Penetapan dan Bina pendapatan BKAD Gunungkidul, Mugiyono, saat membuka temu wajib pajak 2018 di Bangsal Sewoko Projo Kamis, (06/12/2018). (Foto: Humas Gungungkidul)

WONOSARI, Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya mengoptimalkan pendapatan pajak dari sektor usaha pariwisata. Hal tersebut diungkapkan Bupati Gunungkidul, Badingah pada kegiatan temu wajib pajak 2018 di Bangsal Sewoko Projo, Kamis (06/12/2018)

Menurut Badingah, perkembangan dunia usaha yang dinamis di Kabupaten Gunungkidul merupakan dampak langsung dari geliat sektor pariwisata yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menjelaskan kebijakan strategis ditempuh Pemkab Gunungkuidul ditempuh dengan menempatkan pariwisata sebagai motor penggerak utama pembangunan dan memberikan dampak positif yang nyata terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. di Kabupaten Gunungkidul.

“Dibalik pertumbuhan sektor usaha yang semakin dinamis dan berkaitan dengan pariwisata ini, Pajak dan retribusi daerah inilah yang nantinya menjadi daya dukung bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” harapnya.

Pajak daerah harus dioptimalkan

Menurutnya optimalisasi penerimaan pajak patut diusahakan, terutama pajak daerah dari sektor usaha. Seperti usaha penginapan atau hotel, restoran atau warung makan, tempat hiburan hingga tempat parkir dengan meningkatkan kualitas, profesionalisme, transparansi, akuntabilitas dan kemudahan akses terhadap pelayanan pajak.

Kegiatan temu wajib pajak diharapkan Badingah juga menjadi media sosialisasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kebijakan pembangunan sektor usaha di Kabupaten Gunungkidul.

“Kita berharap dinamika sektor pariwisata betul-betul berpengaruh secara signifikan terhadap kemajuan dan daya saing sektor usaha serta membuka peluang usaha,” imbuh Badingah.

Disela kegiatan Temu Wajib Pajak sekaligus dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BKAD dengan PT. Bank Syariah Mandiri, PT. BRI Syariah Mandiri, dan PT. POS Indonesia (Persero), serta penyerahan piagam penghargaan kepada wajib pajak terbesar tahun 2017, serta diskusi agar tumbuh pemahaman bagi para wajib pajak bagaimana membangun Kabupaten Gunungkidul melalui pajak daerah.

Add Comment