Kontes Robot Terbang 2018

Puluhan pelajar beradu kelincahan robot terbang dalam Kontes Robot Terbang Yogyakarta (KRTY) 2018 yang digelar di Taman Pintar, Senin (3/12/2018). (Hanang Widiandhika)

GONDOMANAN, Yogyakarta – Taman Pintar menggandeng Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menggelar kegiatan Kontes Robot Terbang Yogyakarta (KRTY) 2018.

Dalam lomba tersebut puluhan pelajar beradu kelincahan robot terbang atau yang sering dikenal dengan istilah Drone di Hall Phytagoras, Taman Pintar Yogyakarta.

Drone di sini berupa benda yang menyerupai pesawat terbang atau helikopter, yang dikendalikan menggunakan remot dari jarak jauh.

Salah satu peserta Indrastata Jingga (9) mengatakan sebelum beradu dalam KRTY 2018, ia memanfaatkan waktu untuk berlatih. Tata, sapaannya memang sudah beberapa kali mengikuti kontes serupa. Bahkan pada kontes sebelumnya, ia juga berhasil membawa pulang gelar juara III.

Menurutnya dalam konsentrasi dan giat berlatih merupakan kunci keberhasilan. “Awalnya ya susah, tetapi sekarang sudah tidak terlalu sudah. Soalnya latihan terus. Harus konsentrasi juga, karena kan drone nggak cuma terbang. Ada rintangan, harus masuk-masuk ke rintangannya itu. Jadi perlu konsentrasi,” katanya disela-sela waktu latihan dalam Kontes Robot Terbang Yogyakarta (KRTY) 2018 di Taman Pintar Senin (3/12/2018).

Pada kontes ketiga yang ia ikuti tersebut, siswa SD Muhammadiyah Sokonandi itu berharap bisa meraih gelar juara dan membawa pulang hadiah.

Tak hanya itu ia pun ingin membuat orangtuanya bangga atas prestasi yang diraihnya. KRTY 2018 merupakan kontes yang digelar oleh Taman Pintar, bekerjasama dengan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM.

Sebagai sarana pembelajaran

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar, Afia Rosdiana mengatakan KRTY 2018 merupakan sarana pembelajaran bagi pelajar tentang robot terbang.

“Perkembangan dunia robot sudah semakin berkembang pesat. Robot terbang atau drone juga merupakan salah satu perkembangannya. Jadi kontes ini bisa menjadi sarana pembelajaran,” katanya.

“Kontes ini juga merupakan perkembangan dari kontes berbasis teknologi untuk pelajar. Sesuai dengan misi Taman Pintar yaitu menhembangkan sumber daya manusia, khususnya pelajar di bidang sains dan teknologi,” sambungnya.

Ada sekitar 25 tim yang berpartisipasi dalam KRTY 2018. Masing-masing tim terdiri dari dua orang yaitu pilot dan co-pilot. Ada dua kategori dalam kontes tersebut, yaitu kategori expert dan kategori pemula.

“Untuk kategori pemula, tidak hanya sekedar melewati rintangan saja. Tetapi nanti siswa juga menjawab soal matematika, yang soalnya ada di rintangan itu. Kalau untuk yang expert, peserta ditantang untuk tercepat dan terlintah. Semua ada rintangan dan tantangannya masing-masing,” jelasnya.

Ia berharap melalui kontes tersebut bisa menumbuhkan kecintaan pada sains sejak dini. Selain itu juga menjadikan pelajar kota Yogyakarta semakin inovatif, khususnya dalama sains dan teknologi.

Add Comment