Pemkot Komitmen Wujudkan Yogyakarta Ramah Disabilitas

Salah satu penyandang disabilitas Kota Yogyakarta menyamapikan aspirasinya dalam Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Halaman Balaikota, Kamis (6/12/2018). (Hanang WIdiandhika)

BALAIKOTA, Umbulharjo – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Sosial menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Halaman Balaikota, Kamis (6/12/2018) pagi. Acara pun diramaikan oleh ratusan kaum penyandang disabilitas.

“Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk menggalang kepedulian, kesejahteraan dan pemberdayaan bagi penyadang disabilitas dalam segala bidang,” kata Sekda Kota Yogya, Titik Sulastri.

Hal tersebut dilakukan, ucapnya, sebagai salah bentuk perwujudan dari Kota Yogyakarta sebagai kota yang ramah disabilitas.

Untuk menguatkan komitmen itu, Pemkot telah berhasil membentuk delapan kecamatan inklusi pada 2018 ini.

Kecamatan inklusi

“Diharapkan pada tahun 2022, seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta sudah menjadi Kecamatan Inklusi,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai Kota yang Istimewa, nyaman, dan toleran bagi penyandang disabilitas serta menjadi barometer Kota Inklusi dengan pemenuhan hak-hak disabilitas secara optimal.

“Kita hilangkan jurang perbedaan, sebab semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan peran yang sama dalam membangun Kota Yogyakarta yang lebih baik,” tandasnya.

Dimulai dari Kota Yogyakarta, sambungnya, kita hapuskan hambatan, kita ciptakan masyarakat yang inklusif dan ramah untuk semua. Serta mari kita wujudkan Yogyakarta yang Istimewa bagi penyandang disabilitas, yang akan menginspirasi kota-kota lainnya di Indonesia.

Ia pun menilai mustahil inklusivitas bagi setiap komunitas masyarakat  dapat tercapai, apabila tanpa partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan mengangkat kesetaraan dari para penyandang disabilitas tersebut, khususnya di Kota Yogyakarta.

Dalam kesempatan yang sama Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Bejo Suwarno menerangkan, acara peringatan hari disabilitas internasional tahun ini diikuti 500 peserta.

Sebelumnya Dinsos juga menggelar pelatihan ketrampilan membuat beragam souvenir bagi difabel bekerjasama dengan Dinas Koperasi UKM dan Nakertrans dan sejumlah tokoh masyaraakat.

“Acara tersebut diikuti 15 orang dan usai acara kami berikan bantuan modal usaha masing-masing Rp.1.500.000, selain itu juga kami berikan bantuan modal usaha bagi keluarga penyandang disabilitas sebanyak 20 orang,” urainya.

Pemkot, sambungnya, juga menyalurkan bantuan biaya hidup bagi penyandang disabilitas berat memalui APBN sebanyak 33 orang dan APBD sebanyak 115 orang, dengan besar bantuan masing-masing Rp.300.000 setiap bulan selama 12 bulan.

 

Add Comment