Seminar Ketahanan Nasional, Gubernur AAU: Generasi Muda Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Gubernur AAU Marsda Tatang Harlyansyah (kanan) bersama pakar marketing Rhenald Khasali dalam Seminar Ketahanan Nasional, di Gedung Sabang Merauke, Rabu (12/12/2018). (Jogjadaily.com/Aziz Abdillah)

MAGUWO, Sleman — Bertemakan ‘Ketahanan Nasional pada Era Revolusi Industri 4.0’, Akademi Angkatan Udara(AAU) menggelar Seminar Nasional, bertempat di Gedung Sabang Merauke, Rabu (12/12/2018).

Acara dibuka Gubernur AAU Marsekal Muda (Marsda) Tatang Harlyansyah. Menurutnya, seminar ketahanan nasional ditujukan untuk semua kalangan, mulai dari dosen pengajar dan staf yang ada di lingkungan AAU, sekaligus perguruan-perguruan tinggi di sekitar Jogja.

“(Tujuannya) agar agenda rutin yang diadakan Akademi Angkatan Udara bisa bermanfaat untuk semua kalangan,” ucap Marsda Tatang.

Ia menjelaskan, tema ‘Ketahanan Nasional pada Era Revolusi Industri 4.0’ menjadi bahasan utama, karena sekarang, dunia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Dalam kenyataannya, TNI AU sudah lebih dari itu, dengan banyaknya alutsista yang digunakan TNI AU yang bahkan sudah mencapai generasi 6.4 dan 6.4,5.

“Dampak dari Revolusi Industri 4.0 yang harus menjadi concern kita adalah kepada generasi muda. Sesuai dengan program nasional, yaitu Making Indonesia 4.0. Pemerintah saat ini meningkatkan sumberdaya manusia agar bisa menghadapi era Revolusi Industri 4.0,” tutur perwira yang pernah menjabat sebagai Komandan Posko Tempur Sergap F-16 (Danskadron Udara 3) Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) II, saat terjadinya Insiden Bawean tersebut.

Ketahanan Nasional, sambungnya, bukan hanya diperuntukkan bagi TNI, melainkan untuk Delapan Gatra Ketahanan Nasional, atau disebut Asta Gatra, yang terdiri atas Tri Gatra (tiga gatra) dan Panca Gatra (lima gatra).

Tiga aspek kehidupan alamiah (tri gatra), yaitu gatra letak dan kedudukan geografi, gatra keadaan dan kekayaan alam, serta gatra keadaan dan kemampuan penduduk.

Sementara lima aspek kehidupan sosial (panca gatra), yakni gatra ideologi, gatra politik, gatra ekonomi, gatra sosial budaya (sosbud), serta gatra pertahanan dan keamanan (hankam).

“Bagi kalangan mahasiswa umum sendiri, dengan seminar ini, memiliki manfat juga, karena sistem yang ada di negara ini akan berubah mengikuti perubahan dari Revolusi Industri 4.0. Selain dari otomatisasi mesin-mesin industri yang kemudian bergabung menjadi satu kesatuan atau satu sistem, sehingga semua yag dikerjakan dari industri akan berdampak pada produk yang ada pada produsen, bahkan berdampak pada kebudayaan dan ekonomi. Ini semua juga bisa menjadi permasalahan bangsa dari dampak Revolusi Industri,” terang Marsda Tatang, bersemangat.

Ia berharap, sebagai generasi muda, baik taruna atau mahasiswa, dapat mengetahui perkembangan zaman, sehingga dapat membangkitkan motivasi untuk meningkatkan diri dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

“Mereka akan siap, baik secara mental maupun secara knowledge di akademisnya, dan sekaligus dapat menyongsong era ini dengan inovasi dan kreativitas,” pungkasnya.

Dihadiri Menteri Jonan dan Rhenald Kasali

Seminar kali ini juga menghadirkan keynote speaker, Menteri ESDM Ignasius Jonan, serta mengundang pakar marketing, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rhenald Kasali.

Pembicara lainnya adalah akademisi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) Harry Budiharjo S. dan Frans Richard Kodong yang mempresentasikan tema energi dan ketahanan pangan.