Bedah Rumah Kulon Progo, Wujudkan Siswa Berkarakter dengan Gotong Royong

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo saat menghadiri acara bedah rumah di Kecamatan Lendah. (Pemkab Kulon Progo)

Lendah, Kulon Progo – Pendidikan Karakter untuk siswa mempunyai banyak makna. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memiliki cara tersendiri dalam melatih para pelajar menumbuhkan karakter. Salah satunya, dengan gotong royong.

Sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Kabupaten Kulon Progo Nomor 18 tahun 2015 tentang Pengelolaan Pendidikan Karakter. Siswa pada dasarnya dilatih bertindak sesuai dengan norma dan aturan berlaku. Melalui kegiatan yang terjun langsung ke lapangan, siswa dibiasakan melaksanakan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, seperti gotong royong, sopan santun, saling menghormati, dan lain sebagainya.

Merujuk hal tersebut, Pemkab Kulon Progo pada Minggu (27/1/2019), mengadakan bedah rumah di tiga wilayah, yakni Kecamatan Sentolo, Kecamatan Lendah, dan Kecamatan Panjatan. Bedah rumah dilakukan di kediaman Poniyem, Salam RT 31 RW 16 Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo; Slamet, Bangeran RT 31 RW 14 Bumirejo Kecamatan Lendah; dan Safitri Apriyani, Pedukuhan VI RT 23 RW 12 Garongan Kecamatan Panjatan.

Kegiatan bedah rumah gotong royong di tiga kecamatan dilakukan bersama warga masyarakat sekitar dan siswa-siswi dari SMP Negeri 1 Sentolo, SMP 1 Muhammadiyah Lendah, SMP Negeri 1 Lendah, SMP Negeri 2 Panjatan, dan SMP Muhammadiyah Panjatan. Kegiatan ini sebagai bentuk nyata wujud pendidikan karakter untuk siswa.

Dalam sambutannya saat bedah rumah, Bupati Kulon Progo menyambut baik partisipasi dari pelajar SMP yang hadir. Ia berpesan, untuk Camat dan Muspika, agar terus melestarikan dan mendorong gotong royong.

“Kami berterima kasih dan menyambut baik partisipasi dari pelajar SMP dari Kecamatan Lendah dan Panjatan, Gotong royong adalah intinya Pancasila. Untuk itu, Camat dan unsur Muspika terus melestarikan dan mendorong gotong royong,” kata Dokter Hasto, dirilis Pemkab Kulon Progo.

Bupati mengapresiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Lendah yang sangat produktif dan terus meningkatkan keterlibatannya dalam kegiatan sosial pengentasan kemiskinan di Kecamatan Lendah.

“Jadi, pejabat dalam hati harus berniat menolong yang membutuhkan dan mengentaskan kemiskinan. Gotong royong harus rutin dilakukan dan menjadi tradisi,” tutur Bupati.

Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang harmonis antara TNI, Polri, PNS, masyarakat, dan sekolah. Selain itu, Baznas Kulon Progo sebagai mitra kerja yang telah membantu bedah rumah dan mengkoordinasi zakat PNS untuk di-tasaruf-kan.

Salah satu siswa yang hadir pada kegiatan ini, Rio, siswa SMP Negeri 1 Lendah berharap, bedah rumah gotong royong perlu dikembangkan.

“Gotong royong perlu dan terus dikembangkan, karena zaman sekarang, anak-anak lebih bergaul dengan gadget,” ucap Rio.

Sementara siswa lainnya, Aisyah, dari SMP Muhammadiyah Lendah, merasa bangga ikut terlibat dalam kegiatan masyarakat, bedah rumah.

“Sangat bangga terlibat dalam kegiatan ini, untuk semakin mendorong masyarakat bergotong royong dan bekerja sama dalam kegiatan kemasyarakatan,” ungkapnya.

Acara dihadiri Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan Kesra, Jumanto; Kepala Dinas Pariwisata, Niken Probo Laras; Direktur PDAM Tirta Binangun Kulon Progo, Jumantoro; Camat dan Muspika Lendah; Camat dan Muspika Panjatan; Camat dan Muspika Sentolo.

Turut hadir pula, perwakilan dari Baznas Kulon Progo, PT Jaya Konstruksi, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sentolo, Kepala Sekolah SMP 1 Muhammadiyah Lendah, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lendah, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Panjatan, dan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Panjatan.

Pendidikan Karakter Siswa

Pada 2010, Setditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas, Sri Judiani, menulis tentang ‘Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar melalui Penguatan Pelaksanaan Kurikulum’.

Mengutip pernyataan Mendiknas ketika itu, Mohammad Nuh, pembangunan karakter dan pendidikan karakter menjadi suatu keharusan. Karena, pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas, tetapi juga berbudi pekerti dan sopan serta santun, sehingga keberadaannya sebagai anggota masyarakat menjadi bermakna, baik bagi dirinya maupun orang lain.

Pembinaan karakter yang termudah dilakukan ketika anak-anak masih duduk di bangku SD. Itulah sebabnya pemerintah memprioritaskan pendidikan karakter di SD. Bukan berarti pada jenjang pendidikan lainnya tidak mendapat perhatian, namun porsinya saja yang berbeda.

Sementara itu, menurut Pusat Kurikulum 2010, tujuan dari pendidikan karakter adalah mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai karakter bangsa; mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.

Selanjutnya, menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa; mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan; juga mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.