Dubes RI untuk Suriname Puji Hasil Kerajinan Kulit Manding Bantul


Bupati Bantul Suharsono, menyambut Dubes RI untuk Republik Suriname di Ruang Kerja Bupati, komplek Parasamya Bantul. Kamis (14/2/2019). (Diskominfo Bantul)

Manding, Bantul – Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Suriname, Julang Pujianto mengunjungi sentra kerajinan kulit manding di Bantul. Ia takjub dengan hasil karya kerajianan masyarakat Bantul, yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar negeri.

“Produk ini sangat baik dan halus pengerjaannya, tinggal kita packaging lebih baik lagi dan bisa Go International,” Kata Dubes RI untuk Suriname.

Dalam lawatannya ini, merupakan serangkaian kunjungan guna menindaklanjuti kerjasama KBRI Suriname dengan Kabupaten Bantul, di bidang perekonomian, yakni pelatihan kerajinan tangan berupa kerajinan batik, batok kepala, anyaman dan lainnya.

Dubes RI untuk Suriname mengatakan, Indonesia dan Suriname bersinergi dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) melalui penyelenggaraan pameran terpadu Indofair yang digelar di Gedung Sana Budaya Complex, Paramaribo, Suriname.

Selain sebagai sarana promosi produk-produk unggulan IKM, kegiatan ini juga berpeluang untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral.

“Hubungan persahabatan antara Indonesia dan Suriname telah terjalin dengan kuat, mengingat latar belakang budaya yang sama, terutama dari Jawa. Hal ini perlu disyukuri, karena masyarakat Jawa di Suriname, masih berusaha untuk menjaga budayanya agar selalu dibawa sebagai warisan dan tradisi masyarakat setempat, ” ucap Julang Pujianto

Bupati Bantul Suharsono bersama Asisten Pemerintahan dan OPD terkait, sebelumnya menyambut Dubes RI untuk Republik Suriname tersebut di Ruang Kerja Bupati komplek Parasamya Bantul. Kamis (14/2/2019).

Dalam sambutannya Bupati Bantul menyambut gembira, dan berterimakasih atas kunjungan Dubes Suriname ke Bantul, terkait pengembangan kerjasama transfer pengetahuan dan teknologi kerajinan tangan, Bupati mengharapkan dukungan semua pihak untuk kelancaran dan kesuksesan program bersama ini.

“Saya menawarkan untuk pelatihan kerajinan ini, bisa ditambah dengan kerajinan batik ataupun kulit,” kata Bupati.

Desa wisata Manding

Bantul merupakan desa wisata sentral kerajinan kulit, di Jogja ada Manding. Awal mula kerajinan kulit muncul sekitar tahun 1947 yang diprakarsai oleh tiga orang pemuda.

Awalnya ketiganya merupakan karyawan di perusahaan kulit yang memproduksi pakaian dan pelana, hingga akhirnya mereka berinisiatif untuk membuka usaha sendiri. Hingga kini, sudah ada lebih dari 100 pengrajin kulit yang ada di desa Manding. Peminat kerajinan kulit dari desa manding inipun sudah merambah hingga mancanegara.

Wisatawan yang datang ke Desa Manding, biasanya berburu aksesoris berbahan kulit seperti tas, dompet, pigura, gantungan kunci, sabuk, sampai jaket kulit.

Di sepanjang jalan, akan banyak ditemukan rumah-rumah penduduk yang sekaligus berfungsi sebagai showroom hasil kerajinan. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau dan bisa ditawar lebih murah lagi.

Desa Wisata Manding sangat mudah diakses karena lokasinya yang berada di jalan utama Jogja-Parangtritis km 11, tepatnya berada di Jl. DR Wahidin Sudiro Husodo, Manding, Sabdodadi, Bantul, sekitar 15 km dari pusat kota Jogja ke arah selatan menuju Pantai Parangtritis. Nanti akan ada gapura masuk yang bertuliskan MANDING dan dari situ sudah masuk lokasi desa wisata Manding. (Aziz Abdillah)