Melestarikan Budaya Melalui Profesi Pranatacara

MELESTARIKAN BUDAYA : Bupati Sleman Sri Purnomo mengukuhkan pengurus baru Paguyuban Pranatacara, Rabu (20/2/2019) malam. Pengukuhan yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman dilakukan untuk masa pengabdian 2019-2022. (Foto : kebudayaan.slemankab.go.id)

Sleman – Bupati Sleman Sri Purnomo mengukuhkan pengurus baru Paguyuban Pranatacara, Rabu (20/2/2019) malam. Pengukuhan yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman dilakukan untuk masa pengabdian 2019 -2022. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo kepada Ketua Pengurus yang baru Agus Wiranto.

Sri Purnomo sangat mengapresiasi dengan dikukuhkannya pengurus baru Paguyuban Penataca tersebut. Menurutnya seluruh anggota yang tergabung merupakan garda terdepan dalam melestarikan kebudayaan jawa.

“Terlebih lagi, Sleman berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, maka kebudayaan dan bahasa jawanya harus dilestarikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara mengatakan Paguyuban Pranatacara dapat menjadi wadah berhimpunnya  profesi pranatacara. Terutama pranatacara kegiatan tradisi jawa.Menurutnya, Pranatacara juga merupakan profesi yang sangat menjanjikan.

Namun menurutnya  lagi, paguyuban ini harus mengikuti perkembangan masyarakat yang ada. Sehingga melalui paguyuban tersebut dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk saling menguatkan dan bertukar informasi.

“Terutama yang terkait dengan tradisi yang ada di Kabupaten Sleman,” pungkas Aji Wulantara.

Disamping itu juga Paguyuban Pranatacara diharapkan mempunyai kontribusi dalam pemajuan kebudayaan  yaitu melalui pelindungan, pengembangan, pembinaan dan pemanfaatan.

Pranatacara merupakan pelestari obyek bahasa sehingga diharapkan bisa memotivasi masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai tradisi lokal. Dalam bahasa mengandung watak dan nilai-nilai luhur yang dianut masyarakat yang harus terus-menerus dilestarikan keberadaannya agar tidak mengalami kepunahan.

Semua kelompok masyarakat kebudayaan di Kabupaten Sleman diharapkan berpartisipasi dalam Pemajuan Kebudayaan. Dengan ini, semua upaya pemajuan kebudayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional. Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman terus menerus memberikan apresiasi dan dukungan kepada masyarakat dalam pemajuan kebudayaan.

Bagi kelompok masyarakat kebudayaan yang telah mempunyai Nomor Induk Kebudayaan (NIK) Daerah berhak mendapatkan pembinaan yaitu berupa: sosialisasi; fasilitasi dan pemberian penghargaan. Kelompok masyarakat kebudayaan bisa mendapatkan pembinaan tersebut dengan mengajukan proposal kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Melestarikan Budaya Lokal

Dalam pelestarian budaya, baik nasional maupun daerah nilai-nilai dan adat istiadat itu selalu mengalami perubahan-perubahan. Perjalanan perkembangan kebudayaan dan masyarakat dalam sejarahnya tidak pernah tertutup dari persinggungan dengan budaya-budaya lain.

Melalui perkembangan komunikasi global, seolah-olah antar budaya kini menjadi tanpa batas. Sebagai akibatnya orientasi adat istiadat untuk tindak lagi tunggal dari budaya asli, tetapi sudah mengalami proses pembelahan kedalam sub-sub variasi.

Budaya tidak lagi bernuansa tertutup, tetapi terbuka. Sudah ada variasi-variasi budaya yang baru. Hal ini terjadi bukan saja pada budaya nasional, tetapi juga pada budaya daerah. Loyalitas orang terhadap nilai-nilai adat istiadat dan moral memusat tunggal pada budaya asli, tetapi menjadikan multi dimensi. Budaya menjadi bervariasi dan kompleks (Sumjati, 2001: 7-8).

Secara umum setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama untuk melestarikan budaya. Suatu kebudayaan seharusnya menjadi hal yang membanggakan warganya. Sehingga, masyarakat bersedia melestarikan dan memanfaatkanya. Warisan budaya akan tidak berarti apa-apa, kalau pemiliknya tidak berupa mempertahankan dan mewujudkan dalam pola hidup dan interaksi sesamanya.

Berdasarkan jenisnya, kebudayaan di Indonesia terdiri dari Rumah Adat, Upacara Adat, Aksara Nusantara atau tulisan, Teater dan drama, tarian, lagu dan musik. Selain itu, bahasa, seni pertunjukan, seni lukis, seni patung, pakaian adat, seni suara dan masakan juga menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia.

Banyaknya kebudayaan di Indonesia merupakan kekayaan dan aset yang dimiliki bangsa. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk melestarikan kebudayaan tersebut. (Tri M)