Program Sister School Gunungkidul-SMK Paya Kemunting Malaysia, Kerja Sama budaya dan bahasa sejak 2016

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Sister School Programme di Bangsal Sewoko Projo. (Pemda Gunungkidul)

Wonosari, Gunungkidul – Gunungkidul dan Malaysia perkuat kerjasama dalam bidang pendidikan, budaya dan bahasa dalam program Sekolah Sister. Kerja sama ini di awali dari tahun 2016 dengan Delegasi Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Paya Kemunting, Malaysia.

Merujuk dengan hal tersebut, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Wonosari menggelar Program Gala Dinner Sister School dengan SMK Paya Kemunting, Malaysia bertempat di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Sabtu, (2/2/2019) malam.

Kepala Seklolah SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Agus Suryo menyampaikan, kerja sama antara SMK Paya Kemunting Malaysia bukan hanya dengan SMP Muhammadiyah Al Mujahid saja, melainkan bisa ke sekolah-sekolah Negeri lainya yang ada di Gunungkidul.

Dalam acara ini, ada 16 orang dari Malaysia yang akan belajar bersama-sama dengan siswa siswi atau para guru di Gunungkidul guna mendapatkan Ilmu untuk kemajuan bersama dalam pendidikan. Hal ini disampaikan Puan Siti Aminah Binti Ibrahim Ketua Bidang Akademik Jabatan Pendidikan negeri Jiran.

Terima kasih atas penerimaan dari Pemkab Gunungkidul yang sangat luar biasa. “Dan hari ini adalah hari pertama di Gunungkidul, dan besok kita akan singgah ke Destinasi Wisata-wisata di Gunungkidul yang berbudaya dan bermartabat, seperti yang saya terima berita, di Malaysia”, terang Puan Siti Aminah

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati dan para pejabat terkait dalam acara Program Gala Dinner Sister School ini, semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bantuan dan menyediakan bagi kita semua”, Pungkas Siti Aminah.

Wakil Bupati Gunungkidul, menyampaikan, kerjasama yang telah terjalin dalam pendidikan antara SMP Muhammadiyah Al Mujahidin dengan Delegasi SMK dari Malaysia telah berhasil, dalam hal pendidikan dengan Inisiatif dan Inovatifatif untuk setiap percakapan.

“Ilmu itu sangat penting, terutama untuk saling bertukar ilmu, pengalaman, hingga cara mendidik para siswa, agar tercipta anak didik yang handal dan profesional,” kata Immawan, saat membacakan amanat Bupati Gunungkidul.

Lebih dari itu, Immawan menambahkan, pemerintah sangat mendukung program Sister School sebagai salah satu program pembelajaran siswa yang berbasiskan praktik dan berbagi pengalaman antara sekolah-sekolah dari adat budaya dan bangsa yang berbeda.

Model pembelajaran antar sekolah ini memiliki banyak keunggulan dan menjadi pilihan tepat, karena memberikan ruang dan kesempatan yang lebih untuk siswa sekolah maupun para guru, untuk belajar sekaligus berpraktik berdasarkan pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari sumber.

“Belajar melalui pengalaman langsung dari suatu pertemuan juga pribadi, akan sangat efektif dan juga memberikan pendapat positif yang lebih beragam bagi para siswa sekolah, membahas dipraktekan dalam proses belajar siswa di sekolah,” kata Wakil Bupati.

Maka dari itu, program sister school juga diharapkan akan terus berlanjut dalam kerja sama yang saling meningkatkan kualitas pembelajaran, tata kelola lembaga pendidikan serta pengalaman siswa-siswi sekolah dari berbagai bangsa dan negara.

PROGRAM SISTER SCHOOL

Merupakan program kemitraan antar sekolah, dimana sekolah-sekolah di Indonesia dapat menjalin hubungan kerjasama dengan sekolah-sekolah di negara lain melalui berbagai kegiatan yang saling menguntungkan.

Berikut beberapa materi kemitraan yang dapat lilakukan dalam Program Sister School.

Sahabat Pena. Menulis Surat dan E-mail merupakan salah satu cara bagi siswa di sekolah yang bermitra untuk belajar tentang lingkungan dan kegiatan di sekolah, pelajaran dan tugas-tugas, kehidupan di kota atau desa tempat mereka tinggal dan budaya negara mitra masing-masing.

Pertukaran siswa/pelajar dapat dilakukan diantara sekolah yang bermitra dengan jumlah peserta, kegiatan dan jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan.

Dengan mengunjungi sekolah mitra siswa dapat mengalami dan melihat secara langsung lingkungan sekolah, aktivitas belajar, nilai-nilai, maupun gaya hidup siswa di sekolah mitra maupun di lingkungan masyarakat sekitar sekolah.

Pertukaran Guru. Guru-guru sekolah yang bermitra dapat pula saling mengunjungi untuk melakukan berbagai kegiatan bersama. Jenis kegiatan, Jumlah guru dan waktu kunjungan dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama.

Melalui kegiatan tersebut, guru dapat saling bertukar informasi serta mengalami langsung proses pengajaran di kelas sekolah tuan rumah yang mungkin saja berbeda sehingga dapat menjadi tambahan ilmu dan ketrampilan mengajarnya. (Aziz Abdillah)