10 Juta Wisatawan Ditargetkan Berkunjung ke Sleman Tahun 2019

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan materi tentang pengelolaan destinasi wisata di Sleman saat rakor teknis pengembangan destinasi regional III di The Alana Hotel Yogyakarta Jalan Palangan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. (Foto : slemankab.go.id)

Ngaglik, Sleman- Pemerintah Kabupaten Sleman targetkan 10 juta wisatawan berkunjung ke Sleman tahun 2019. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo (12/03/2019) saat menjadi pemateri dalam Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional III.

“Berkat kegigihan berbagai pihak, kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman terus meningkat. Pada tahun 2017 ada 7,22 juta wisatawan, tahun 2018 meningkat menjadi 8,53 juta. Di tahun 2019 ini kita targetkan ada 10 juta wisatawan yg berkunjung ke Kabupaten Sleman”, jelasnya.

Saat menjadi pemateri Rapat koordinasi yang bertempat di di The Alana Hotel, Sleman, Sri Purnomo juga memberikan pemaparan terkait Tata Kelola Destinasi Pariwisata di Kabupaten Sleman. Ia mengatakan bahwa salah satu strategi tata kelola pariwisata di Kabupaten Sleman ialah dengan peningkatan kualitas destinasi wisata, peningkatan usaha pemasaran pariwisata, peningkatan kuantitas usaha pariwisata yang berstandard serta didukung Sumber Daya Manusia yang kompeten, dan peningkatan partisipasi Masyarakat Sleman.

“Maka harus ada komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang baik antara sektor publik, dunia usaha dan dunia usaha”, ucapnya.

Dikatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendongkrak jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mencanegara. Karena menurutnya hal tersebut dapat memberikan dorongan peningkatan penerimaan pendapatan daerah serta memperkuat basis industri kreatif.

Selain Bupati Sleman, acara tersebut juga menghadirkan dua pemateri lainnya, yaitu Bupati Gunungkidul yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dan Bupati Klaten yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Acara yang digagas oleh Kementerian Pariwisata tersebut diikuti oleh 150 stakeholder dari regional III yang meliputi Bali, Lombok, Papua, Sulawesi, dan Maluku.

Kembangkan Wisata di Wilayah Timur

Kementerian pariwisata (Kemenpar) memfokuskan pengembangan destinasi wisata berbasis alam di reginoal III atau Indonesia wilayah Timur. Pengembangan ini bukan tanpa alasan. Sebab di wilayah tersebut memiliki potensi destinasi wisata alam yang besar, hanya saja untuk pengelolaannya kurang optimal. Sehingga keberadaannya belum memberikan kontibusi yang maksimal. Terutama bagi masyarakat sekitar.

Untuk itu, Kemenpar menggelar rapat koordinasi teknis (Rakortek) pengembangan destinasi regional III Indonesia di Yogyakarta. Terutama untuk mensinergikan pemangkau kepentingan dalam pengembangan destinasi pariwisata di wilayah tersebut.

Destinasi wisata regional III sendiri meliputi 13 propinsi (Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat) dan sekitar 200 kabupaten/kota.

“Inilah tujuan Rakortek di Yogyakarta ini,” kata Deputi Kemenpar Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman di sela-sela kegiatan tersebut, Selasa (12/3/2019).

Dadang menjelaskan dipilihnya DIY sebagai tempat kegiatan ini juga bukan tanpa alasan. Selain DIY telah mengembangkan destinas wisata berbasis masyarakat. Seperti desa wisata, taman rekreasi dan pantai. Juga karena secara tradisi budaya DIY begitu kuat. Sehingga wilayah regional III, dapat belajar dan saling share dalam pengembangan destinasi wisata tersebut.

“Karena itu, destinasi wisata regional III, yang sebagian besar memiliki potensi wisata alam dan bahari kami ajak ke sini (DIY) untuk belajar. Diharapkan destinasi wisata di wilayah tersebut dapat cepat maju,” paparnya. (Tri M)

Add Comment