119 Milyar Rupiah untuk 15 Ruas Jalan dan Empat Jembatan

Penandatanganan prasasti saat peresmian 15 peningkatan ruas jalan dan 4 buah pembangunan jembatan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo (14/03/2019). (Foto: slemankab.go.id)

Sleman- Bupati Sleman Sri Purnomo resmikan 15 peningkatan ruas jalan dan 4 buah pembangunan jembatan. Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Sleman didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman.Acara ini berlangsung di Balkondes Tebing Breksi Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Kamis (14/03/2019).

Bupati Sleman Sri Purnomo menghimbau kepada para pengguna truk dengan muatan besar untuk tidak melalui ruas jalan tertentu dengan menaati rambu-rambu jalan. Menurutnya, jalan memiliki kelas dan daya tahan terhadap beban yang berbeda-beda.

“Jalan memiliki kelas-kelas yang berbeda, jika dilewati yang tidak sesuai dengan tonasenya, maka lama kelamaan jalan tersebut akan cepat rusak,” katanya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Sleman untuk segera melapor ke Dinas DPUPKP Kabupaten Sleman jika menemui jalan dengan kerusakan kecil, agar segera ditindaklanjuti. Menurunya masyarakat juga dapat berperan aktif untuk memberhentikan truk dengan muatan besar untuk tidak melalui beberapa ruas jalan yang tidak diperuntukkan untuk truk muatan besar.

“Jika menemukan kerusakan kecil untuk segera melapor dan segera di tangani, jangan menunggu hingga kerusakan sudah parah,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Sapto Winarno mengatakan Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Sleman telah merealisasikan pembangunan peningkatan jalan sebanyak 15 ruas jalan dan pembangunan jembatan sebanyak 4 buah jembatan dengan total anggaran lebih dari 119 Milyar Rupiah.

Pembangunan sendiri masuk rencana pelaksanaan pekerjaan Gito-Gati. Selain ruas-ruas jalan, terdapat empat jembatan yang dibangun meliputi Jembatan Denggung, Tlacap, Tambakrejo dan Jembatan Gondangglegi. Pembangunan ini turut menjadi sosialisasi peningkatan jalan untuk 2020. Untuk jalan-jalan, lebar yang tadinya berkisar 9 meter diperlebar menjadi 11 meter, dan lebar trotoar yang satu meter diperlebar menjadi 1,5 meter.

Dinas DPUPKP Sleman melakukan pembangunan ruas jalan dengan menggunakaan rigit beton khususnya untuk daerah perbukitan dan ruas jalan akses menuju daerah wisata maupun daerah wisata merapi. Menurutnya pemilihan rigit beton untuk pembangunan ruas lahan dikarenakan mempunyai usia yang lebih tahan lama dibandingkan aspal, dengan pemelihaaraan yang murah.

“Dengan cor invest mahal, tapi pemeliharaan murah, dan daya tahan lebih lama,” katanya. Ia berharap warga masyarakat dapat ikut berperan dalam pemeliharaan yakni hanya dengan melakukan pelaporan melalui Lapor Sleman jika mendapati jalanan yang rusak untuk segera ditangani.

Pembangunan Infrastruktur

Sejak tahun 2015, pemerintah mengalihkan belanja subsidi menjadi belanja produktif, yakni pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Anggaran infrastruktur terus meningkat dari Rp 155 triliun pada 2014 menjadi sekitar Rp 410 triliun pada tahun 2018.

Dikutip dari rilis resmi Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia serta peningkatan daya saing nasional. 

“Kebutuhan masyarakat akan ketersediaan infrastruktur masih sangat besar. Pemerintah menargetkan daya saing Indonesia bisa berada pada peringkat ke-40. Pada tahun 2019, fokus Pemerintah pada pengembangan SDM Indonesia, dengan tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur,” jelas Menteri Basuki dalam Jumpa Pers  4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang turut dihadiri sejumlah menteri di Jakarta, tahun lalu.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah berhasil menyelesaikan pembangunan jalan nasional sepanjang 3.432 km termasuk jalan di perbatasan Papua, Kalimantan, dan NTT. Kemudian telah dibangun jalan tol baru sepanjang 941 km dengan target akhir 2019 mencapai 1.852 km.

Dalam mendukung ketahanan air dan pangan, target pembangunn 65 bendungan, tahun 2018 sebanyak 8 bendungan telah rampung yakni Bendungan Paya Seunara dan Rajui di Aceh, Jatigede di Jabar, Bajulmati dan Nipah Jatim, Titab di Bali, Teritip di Balikpapan, Raknamo dan Tanju di NTB. Bendungan lainnya akan selesai bertahap hingga tahun 2023 (kemenkeu.go.id).

Pembangunan 65 bendungan akan menambah layanan irigasi waduk sebanyak 160.000 hektare, kapasitas tampung 2,11 miliar m3, tersedia air baku sebanyak 3,02 m3/detik dan menghasilkan potensi energi sebesar 145 MW. (Tri M)

Add Comment